Hindari Tabrakan, Truck Pengangkut Tebu Terguling di Lingkar Selatan Bantul

SABTU, 5 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA — Sebuah Truck pengangkut tebu terguling di jalur lingkar selatan Banguntapan, Bantul, Sabtu (5/11/2016). Tumpahan tebu menutup akses jalur lambat bagi pengguna sepeda motor, sehingga menimbulkan kemacetan sepanjang kurang lebih 4 Kilometer.
Setidaknya, enam ton tebu berserakan di jalur lambat lingkar selatan, persis di depan Gedung Pertemuan Hardjolukito, Banguntapan, lantaran truck dengan Nomor Polisi H 1818 BA yang dikemudikan Marmin (50), warga asal Sragen, Jawa Tengah, terguling pada sekitar pukul 11.00 WIB.
Ditemui di lokasi kejadian, Marmin menjelaskan, truk yang dikemudikannya terguling setelah ia mencoba menghindari mobil minibus di depannya yang hendak putar arah ke utara tanpa menyalakan lampu sein.
“Saya mengerem kendaraan dan membanting stir ke kiri dan terguling”, ujar Marmin, sembari menyayangkan mobil yang putar arah tanpa lampu sein, sementara jalur tersebut juga merupakan jalur terlarang untuk putar arah bagi kendaraan dari arah utara. 
Kendati terguling dengan posisi muatan yang diperkirakan seberat 6 ton, Marmin mengatakan jika muatannya masih berada di bawah batas aman. Hanya karena menghindari mobil yang berbelok arah tanpa lampu sein itu, sesal Marmin, truk  yang dikemudikannya kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling memuntahkan muatannya.
Sementara itu, petugas Polisi Jalan Raya Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, Brigadir Kepala Hartono, membenarkan jika tergulingnya truk tersebut karena mencoba menghindari minibus yang hendak putar arah. 
“Penanganan truck kita prioritaskan agar kemacetan jalan segera terurai”, ujarnya.
Muatan tebu yang dibawa Marmin dari Mondokan, Jambangan, Sragen, Jawa Tengah, hendak dikirim ke Pabrik Gula Madukismo di Bantul. Dijadwalkan, Marmin tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, akibat kecelakaan itu, perjalanan Marmin terpaksa tertunda.
“Sudah beruntung saya tidak terluka sama sekali. Truck juga tidak mengalami kerusakan parah. Masih bisa jalan”, pungkasnya.


Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko

Lihat juga...