MATARAM — Banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban dalam kasus tenggelamnya kapal speed boad yang mengangkut 101 TKI di Batam membuat pemerintah daerah NTB prihatin dan mengambil langkah cepat,dengan mengirimkan tim untuk melakukan identifikasi dan evakuasi warga NTB yang jadi korban.
“Hari ini Pemda NTB sudah mengirim tim ke Batam untuk mengidentifikasi dan mengevakuasi TKI asal NTB yang jadi korban selamat maupun meninggal” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi di Mataram, Kamis (3/11/2016).
Mengingat sampai sekarang data pasti jumlah korban selamat, meninggal maupun yang hilang dan masih dalam pencarian belum didapatkan,masih simpang siur dan belum jelas.
Tapi informasi sementara yang didapatkan pemeberitaan, jumlah TKI asal NTB yang menumpang kapal naas tersebut sebanyak 23 orang dimana 31 orang meninggal, 43 ditemukan selamat dan sementara sisanya belum ditemukan.
“Nanti kalau sudah teridentifikasi berapa jumlah TKI selamat maupun meninggal,akan dilangsung dipulangkan secepatnya untuk diserahkan kepada keluarga”.
Ia menambahkan, koordinasi sampai sekarang dengan Pemda Batam juga terus intens dilakukan untuk mengetahui perkembangan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban tenggelam terutama dari NTB.
Janji Akan Berikan Santunan
Lebih lanjut Majdi mengatakan, selain melakukan identifikasi dan proses evakuasi terhadap TKI korban tenggelamnya kapal speead boad di Batam, tim evakuasi juga akan mengecek status TKI yang jadi korban, apakah legal atau ilegal.
“Meskidemikian terlepas dari status TKI legal maupun ilegal, ini merupakan musibah, Pemda NTB tetap akan memberikan santunan kematian kepada korban dan keluarga korban” tutupnya.