Pentingnya Anjungan Provinsi di TMII Memiliki UPT yang Dikelola Putera Daerah

SENIN, 24 OKTOBER 2016

JAKARTA — Kebudayaan bagi suatu bangsa memiliki arti yang sangat besar dan merupakan identitas dari bangsa itu sendiri. Dapat dibayangkan jika budaya suatu bangsa punah, maka itu sama saja bangsa tersebut sudah kehilangan identitas diri.
Hal ini menjadi bahan dialog penting dalam Dialog Nasional Kebudayaan Indonesia 2016 bertema ” Percepatan Pembangunan Nasional Melalui Peran Kebudayaan ” di acara nasional bertajuk Pekan Produk Budaya Indonesia 2016 (PPBI 2016) di parkir selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 19-23 Oktober 2016.
Hadir sebagai salah satu nara sumber adalah Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Kementerian Dalam Negeri RI, Bahrum Alamsyah Siregar, SH, M.Si.
Dalam paparannya, Bahrum Alamsyah mengetengahkan betapa penting masyarakat indonesia khususnya generasi muda melestarikan sekaligus mempertahankan kebudayaan lokal atau dikenal sebagai kearifan lokal dari masing-masing daerah asalnya.
” Masyarakat khususnya generasi muda harus menyadari bahwa kebudayaan itu adalah identitas bangsa sehingga perlu langkah-langkah nyata dalam melestarikan kebudayaan tersebut,” papar Bahrum kepada hadirin.
Apa yang dikatakan Bahrum Alamsyah memang benar, karena saat ini indonesia sudah mengalami degradasi budaya dengan masuknya budaya-budaya asing tanpa bisa dikendalikan lagi. Contohnya adalah, anak-anak muda lebih menyukai budaya korea atau jepang ketimbang budaya sendiri. Lebih daripada itu, makanan-makanan Korea dan Jepang juga semakin digandrungi masyarakat terutama anak-anak muda di mall-mall mewah maupun menengah.
” Satu lagi yang teramat sangat menyedihkan adalah Indonesia saat ini sedang darurat narkoba. Generasi muda adalah korban paling besar dari barang haram tersebut,” lanjut Bahrum.
Saat ini dalam konteks pelestarian kebudayaan maka Bahrum Alamsyah memberikan apresiasi tinggi kepada Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang telah menjadi simbol pelestarian budaya bangsa serta potret penyatuan keragaman indonesia.
Anjungan tiap provinsi mengadakan acara secara rutin dan hal tersebut menurut Bahrum menjadi nilai teramat krusial dalam pelestarian budaya indonesia kedepannya. Walau begitu ada sedikit masukan dari Bahrum bagi setiap anjungan provinsi yang ada di TMII yaitu pentingnya setiap anjungan dikelola oleh UPT (Unit Pelayanan Terpadu) dari provinsi itu sendiri.
” Saat ini hanya tujuh anjungan yang melakukan itu, dan lebih baik lagi jika semua anjungan melakukannya karena dengan dikelola oleh putera daerah dari provinsi yang bersangkutan maka esensi budaya dari provinsi tersebut akan semakin kuat untuk diterima masyarakat,” Bahrum melanjutkan paparannya.
Dengan menyerahkan pengelolaan anjungan kepada kantor perwakilan provinsi di Jakarta maka kedepannya pelestarian budaya dikhawatirkan hanya menjadi promosi wisata semata dan bukannya bagaimana nilai-nilai kebudayaan dari tiap provinsi di indonesia ini difahami oleh masyarakat khususnya generasi muda.
” Taman mini sudah luar biasa dan merupakan salah satu warisan penting bagi rakyat indonesia dalam konteks pelestarian budaya dengan mempersatukan perbedaan yang ada. Namun tetap ada masukan juga untuk masing-masing pengelola anjungan provinsi agar mulai dikelola oleh UPT dari daerah masing-masing atau dengan kata lain dikelola oleh putera daerah masing-masing anjungan provinsi,” Pungkas Bahrum.
Dalam dialog nasional PPBI 2016 ini turut pula dibahas mengenai pentingnya mengangkat cerita-cerita rakyat yang pada jaman pemerintahan orde baru begitu membumi di masyarakat. Dibanding mengangkat cerita-cerita rakyat negara lain maka lebih baik ditata kembali bagaimana cerita rakyat indonesia bisa membumi lagi di masyarakat.


Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...