KAMIS, 27 OKTOBER 2016
SAMPANG — Banjir bagi masyarakat Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, sampai saat ini masih saja terus menghantuinya, terutama para siswa yang hendak masuk maupun pulang sekolah terpaksa harus melewati genangan air yang cukup tinggi. Mereka melewati bahaya derasnya arus banjir demi ingin menimbah ilmu agar memiliki pengetahuam serta wawasan yang lebih luas agar kelak nanti bisa menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan bangsa.

“Kami sebenarnya ingin banjir segera lepas dari kota ini, karena para siswa yang hendak masuk maupun pulang sekolah merasa ketakutan. Apalagi pada saat genangan banjir cukup tinggi, sehingga para siswa harus melintasi derasnya arus banjir yang sangat membahayakan, sebab itu jalan satu-satunya agar bisa pulang ke rumah maupun berangkat ke sekolah,” kata Syafa (12) salah seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kabupaten Sampang, Kamis (27/10/2016).
Disebutkan, bahwa keinginan untuk terlepas dari genangan banjir setiap kali turun hujan dengan intensitas yang cukup tinggi serta waktu lama, bukan hanya menjadi impian dirinya saja, melainkan para siswa lain juga memiliki mimpi sama agar Kota Bahari tersebut tidak lagi menjadi langganan banjir.
“Ya sebenarnya kalau sering tidak masuk sekolah akibat banjir kita akan ketinggalan pelajaran, sehinggga kita yang rugi. Namun mau bagaimana lagi, sekolah yang biasa kita tempati sudah tergenang banjir, jadinya diliburkan,” jelasnya.

Pihaknya berharap pemerintah bisa mencari solusi jitu agar banjir yang seringkali melanda daerah ini bisa teratasi, agar impian para siswa terlepas dari banjir tersebut bisa terwujud.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul