BANDUNG — Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, permasalahan yang ada di Kota Kembang akan sukar selesai bila warganya tidak taat aturan. Tak terkecuali perkara banjir yang melanda beberapa ruas jalan pada Senin (24/10/2016) lalu.
Menurutnya, banjir terjadi lantaran banyaknya saluran air yang terhambat oleh pintu masuk bangunan. Sehingga umpah ke jalan.
“Jadi mohon mentaati aturan kalau tidak taat kami akan menindak, sudah puluhan mungkin ratusan bangunan yang kita tertibkan dan kita segel,” ujar Ridwan di Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (26/10/2016).
Diketahui, Jalan Pasteur menjadi salah satu ruas Jalan di Kota Bandung yang kerap mengalami banjir ketika hujan deras. Emil -sapaan Ridwan Kamil- sudah mengidentifikasi ada dua kantor, dua hotel dan 15 rumah huni yang propertinya menghalangi jalan air. Jebolnya tanggul juga menjadi penyebab terjadinya banjir besar di Kota Bandung beberapa hari lalu.
“Saya bertanggung jawab, tidak ada masalah sedang kita perbaiki terhadap bangunan yang melanggar,” katanya.
Tak hanya di Jalan Pasteur, Jalan Pagarsih Kota Bandung juga menjadi salah satu daerah yang diterjang banjir parah. Padahal di kawasan ini sudah diberikan solusi Rp 3 miliar untuk meningkatkan efektivitas gorong-gorong.
Untuk mengatasi Jalan Pagarsih pihaknya akan membuat danau retensi yang di Jalan Bima. Nantinya air ditampung dulu sebelum mengalir ke Jalan Pagarsih.
“Sudah ketemu developernya saya sudah paksa mereka mau jadi insya allah dalam waktu 6 bulan,” ucapnya.