Film ‘Permainan Naluri’ Terbaik di Moviestival 2016

JUM’AT, 28 OKTOBER 2016 

BANDUNG — Film pendek berjudul ‘Permainan Naluri’ garapan Karyakita Kreatif mendapat predikat film terbaik, pada malam penganugrahan Moviestival 2016 di Graha PT. Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Selasa (27/10/2016) Malam. 
Film garapan sineas muda asal Sidoarjo, Jawa Timur ini mengalahkan empat nominator lainnya, yakni film berjudul ‘Ijolan’ (Purbalingga), ‘Tafsir’ (Kutai Kertanegara), ‘Do’a Mati Lampu’ (Aceh) dan “Ruwat” (Yogyakarta).
Ketua Pelaksana Moviestival 2016, Teddy Tardiana menyampaikan ini kali kedua Moviestival digelar. Tahun ini pihaknya mengusung tema Nurani Bangsaku, dimana para peserta mengemas karyanya mengenai berbagai keresahan yang ada di negeri ini.
“Kami terkejut dengan karya-karya sineas muda ini. Mereka menerjemahkan nurani bangsa Indonesia itu dengan unik. Justru juri yang notabene sebagai sineas juga terinspirasi dari film-film mereka (peserta),” ujar Teddy di sela-sela acara.
Tim juri sendiri terdiri dari Aditya Gumay, Asaf Antariksa, Eddy D. Iskandar, Viva Westy dan Tubagus Deddy. Menurut Teddy proses penjurian cukup alot, lantaran seluruh karya para peserta tanpa cela.
“Juri sempat bertengkar juga, mereka mempertahankan argumentasi sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing. Kan ada penulis skenario, produser, sutradara dan ada penulis novel. Mereka bingung banyak pertimbangan,” ungkapnya.
Teddy menambahkan Moviestival ini adalah wadah bagi sineas muda agar terus meningkatkan karyanya. Ia berharap ajang ini bisa menelurkan sineas muda yang kelak berkontribusi besar untuk dunia film Indonesia.
“Saya ingin sekali memberi wadah kepada sineas muda amatir di seluruh Indonesia untuk membuat film-film pendek,” pungkasnya. 
Pada Moviestival 2016 ini terkumpul 150 karya, yang akhirnya dikerucutkan untuk memperebutkan predikat di nominasi film pendek terbaik, ide cerita terbaik dan terfavorit.
Pada nominasi ide cerita terbaik, penilaian menitikberatkan pada gagasan dan struktur cerita. Namun untuk penilaian kategori film terbaik lebih kompleks, yaitu mencakup sutradara, penyuntingan, jalan cerita, tata kamera dan tata suara.
“Sedangkan juara di nominasi film terfavorit dipilih oleh PT. Pos Indonesia sebagai penyokong Moviestival 2016,” ujarnya.
Untuk pemenang di nomor ide cerita terbaik diraih oleh rumah produksi Kopi Tenggarong dari Kutai Kertanegara dengan judul ‘Tafsir’. Sementara kategori film favorit dimenangkan rumah produksi The Prossesor Studio asal Situbondo dengan judul ‘Jika Salah Karena Aku Berbeda’. 
Selain PT. Pos Indonesia, Moviestival juga digagas Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI)
                                

Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Rianto Nudiansyah

Lihat juga...