BANDUNG — Pesta olahraga empat tahunan bagi para penyandang disabilitas alias Peparnas nyatanya menjadi inspirasi bagi belasan siswa di Kota Bandung. Meski dengan keterbatasan yang dimiliki para atlet, namun ajang olahraga ini seolah memberikan pelajaran betapa pentingnya memiliki semangat dalam mengejar prestasi.
Contohnya, yang dilakukan belasan siswa dari SMKN 2 Kota Bandung. Secara sengaja, mereka hadir langsung menyaksikan pertandingan final cabang olahraga voli duduk di GOR Saparua, Kota Bandung, Sabtu (22/10/2016) malam.
Bukan sekedar mendukung tim tuan rumah Jawa Barat, belasan siswa ini memiliki misi lain, yakni mengambil pelajaran dari gelaran Peparnas kali ini.
“Kami nonton ke sini karena ingin melihat juga semangat para pemain. Kalau mereka pemain yang memiliki keterbatasan khusus mampu semangat, kenapa kami tidak, harusnya malu kalau tidak bisa seperti mereka,” ujar Hafid Nugroho (17), salah satu siswa SMKN 2 Kota Bandung.
Hal serupa dikatakan pula Fahrul Aldi Wijaya (16). Dirinya bahkan merasa iri melihat motivasi para atlet yang bertanding di ajang itu. “Menonton Peparnas juga seru kok, malahan kita ngiri lihat motivasi mereka,” katanya.
Sementara sepanjang pertandingan, kelompok remaja ini terus memberikan semangat melalui yel-yel yang mereka nyanyikan. Sesekali mereka menabuh snare drum yang sengaja dibawa untuk mendukung tim Jabar yang saat itu berlaga di partai final voli duduk putra.
Dukungan mereka pun akhirnya berbuah manis. Tim voli duduk putra Jabar berhasil meraih medali emas atas lawannya Jawa Tengah. “Akhirnya Jabar yang dapat emas kita senang sekali,” pungkasnya.