Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Yogyakarta

MINGGU, 23 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA — Hingga kini penyakit atau kelainan berupa kerusakan otak yang menyebabkan gangguan motorik yang disebut cerebral palsy masih belum begitu dipahami masyarakat. Bahkan, seringkali orangtua menyadari sang anak mengidap cerebral palsy ketika anak sudah terlanjur dewasa, sehingga menyulitkan upaya penanganannya.
Tak hanya berdampak pada kemampuan motorik anak seperti tak bisa berjalan atau kedua tangan tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, cerebral palsy juga bisa menyebabkan dampak terhadap menurunnya kemampuan intelektualitas.
Demikian dikatakan Anis Trilestari, Ketua Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Yogyakarta, saat gelar peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di Yogyakarta, Minggu (23/10/2016).
Menurut Anis, acara tersebut digelar untuk lebih mengenalkan cerebral palsy kepada masyarakat luas, agar tindakan pencegahan sejak dini bisa dilakukan. Pasalnya, kata Anis, selama ini keluarga atau orangtua penyandang cerebral palsy seringkali terlambat menyadari jika anaknya mengidap cerebral palsy.
“Biasanya, orangtua menganggap remeh terhadap kelainan yang terjadi pada anak, sehingga ketika menyadari kelainan itu ternyata cerebral palsy, kondisi si anak sudah cukup parah”, katanya. 
Karena itu, kata Anis, melalui peringatan Hari Cerebral Palsy, pihaknya berharap agar para orangtua dan penyandang cerebral palsy bisa saling berbagi pengalaman. Hal ini menjadi penting, karena penyandang cerebral palsy tidak semua mengalami keterbelakangan mental atau intelektualitas.
“Penyandang cerebral palsy ini juga ada yang sarjana dan mampu berkarya, sehingga melalui ajang komunitas ini kita ingin menunjukkan pula, bahwa para penyandang cerebral palsy juga bisa berkarya”, jelasnya.
Peringatan Hari Cerebral Palsy diperingati di 50 negara di dunia setiap hari Rabu pada pekan pertama di bulan Oktober. Dalam peringatannya kali ini, WKCP Yogyakarta menghadirkan dua pakar terkait sebagai narasumber, yaitu Dr. Anung Budi Satriadi, SpOT (K) yang merupakan dokter orthopedi Rumah Sakit Orthopedi Prof. Soeharso Surakarta, Jawa Tengah dan Dr. Bambang Trisnowiyanto, S.Pd., SKM., M.Or. 


Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko

Lihat juga...