
Disebutkan, tidak hanya itu, isu yang beredar juga sangat mempengaruhi dari perdagangan sapi, seperti penyakit kuku dan mulut saat ini tengah menyebar luas. Padahal, penyakit itu tidak akan menyebar jika sapi yang dikirim dalam keadaan hidup.
“Penyakit tersebut hanya menyebar kepada sesama sapi. Tidak menyebar kepada manusia. Sementara isu penyakit kuku dan mulut menyebar untuk daging asal India,”jelasnya.
Ia juga menyebutkan, untuk penyaluran daging sapi saat ini masih didominasi oleh Australia dan sangat mempengaruhi harga. Bahkan, masih lebih tinggi dari negara tetangga seperti Malaysia.
Terkait dengan penyakit kuku dan mulut, pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat yang bekerjasama dengan India yang mengusulkan kerbau untuk pengganti daging sapi.
[Rianto Nudiansyah]