SENIN, 1 AGUSTUS 2016
BALI — Meningkatkan wawasan Bela Negara di kalangan remaja Buleleng, Koramil jajaran Kodim 1609/Buleleng menggelar sosialisasi dan juga pencerahan wawasan kebangsaan secara serentak di setiap-setiap sekolah yang ada di masing-masing Kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Hampir ribuan siswa secara serentak, mengikuti sosialisasi dan juga pencerahan wawasan kebangsaan ini, dengan pemberian materi tentang pemahaman jati diri dan pemahaman tentang siapa diri kita sesungguhnya, sebagai anak bangsa Indonesia.
Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Budi Prasetyo mengatakan, pembinaan karakter untuk generasi muda sangat diperlukan, agar mampu menumbuhkan prilaku spontanitas manusia dalam bersikap yang tegas, disiplin, dan berbudi luhur.
“Tingkah laku seseorang adalah lukisan batinnya. Sejarah telah membuktikan bahwa kekokohan persatuan kesatuan dalam ke Idonesiaan telah membawa Indonesia sebagai bangsa yang beradab,” kata Dandim Prasetyo, Senin (1/8/2016).
Menurut Dandim Prasetyo, saat ini NKRI Lancasila dan UUD 1945 adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga, persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia harus tetap dipertahankan, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa harus mampu membawa perubahan Bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi kedepannya.
“Kami sebagai generasi muda harus mempunyai semboyan seribu kali anda menghadapi masalah, maka seribu kali Anda akan mampu meraih sukses. Itu adalah kunci. Intinya jadikan jati diri berwawasan kebangsaan mampu bersaing dimasa depan,” jelas Prasetyo.
Bahkan Prasetyo menegaskan, untuk dapat membangun karakter yang berelasi dengan dunia alam, ilmu pengetahuan tehnologi dan kerja atau profesi, diperlukan adanya ketahanan Nasional yang merupakan kondisi dinamik suatu bangsa berisi keuletan dan keteguhan jiwa dengan semangat ketahanan nasional.
“Kami semua harus siap untuk memasuki era pasar bebas. Dengan demikian kami yakin, bahwa Indonesia adalah milik kita seutuhnya,” pungkas Dandim Prasetyo.

Selain memberikan pemahaman tentang Jati Diri dan Pemahaman tentang siapa diri kita sesungguhnya, sebagai anak bangsa Indonesia, juga diberikan penyuluhan bahaya Narkoba. Tujuannya, agar generasi mampu menghindari obat terlarang tersebut.
[Bobby Andalan]