Perkembangan Indeks Harga Konsumen atau Inflasi Bulan Juli 2016

SENIN, 1 AGUSTUS 2016

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat barat baru saja merilis perkembangan terbaru terkait dengan Inflasi pada bulan Juli 2016 secara nasional tercatat sebesar 0,69 %, dimana besaran Inflasi yang terjadi pada bulan Juli 2016 tersebut tercatat  merupakan Inflasi terendah di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Demikian dikatakan Drs. Suryamin Kepala BPS Pusat dalam acara jumpa pers rutin bulanan di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr. Soetomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin siang (1/8/2016). Menurut Suryamin, Inflasi terjadi pada bulan Juli 2016 karena dipengaruhi adanya kenaikan harga yang ditentukan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab Inflasi sepanjang bulan Juli 2016, diantaranya kelompok bahan makanan sebesar 1,12 % sepatu kelompok makanan jadi, kemudian kelompok minuman, rokok, dan tembakau sebesar sebesar 0,54 %, kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,24 %.
Kemudian faktor penyebab Inflasi yang terjadi pada bulan Juli 2016 anatara lain juga disebabkan oleh kenaikan harga kelompok sandang sebesar 0,44 %, kelompok kesehatan 0,37 %, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,51 % dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,22 %.
“Tingkat Inflasi berdasarkan tahun kalender dari bulan Januari hingga bulan Juli tahun 2016 tercatat sebesar 1,76 %, sedangkan tingkat Inflasi dari tahun ke tahun antara bulan Juli 2016 jika dibandingkan dengan bulan Juli 2015 tercatat sebesar 3,21 %” demikian dikatakan Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat pada saat jumpa pers, Senin (1/8/2016).
Kepala BPS Pusat Drs. Suryamin mengatakan “komponen inti pada bulan 2016 mengalami Inflasi sebesar 0,34 %, tingkat Inflasi komponen inti berdasarkan tahun kalender antara bulan Januari hingga Juli 2016 tercatat sebesar 1,88 %, sedangkan tingkat Inflasi komponen inti dari tahun ke tahun antara bulan Juli 2016 terhadap bulan Juli 2015 tercatat sebesar 3,49 %” katanya Pusat pada saat jumpa pers di Kantor BPS Pusat di Jakarta.(Eko Sulestyono)
Lihat juga...