Operasi Imbangan KTT WIEF ke-12 Personil Gabungan Jaga Ketat Pelabuhan Bakauheni

SENIN, 1 AGUSTUS 2016

LAMPUNG — Personil gabungan dari berbagai unsur TNI dari Korem 043/ Garuda Hitam dan kepolisian dan unsur lain melakukan penjagaan ketat di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).

World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta. Penggelaran pasukan keamanan gabungan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni menurut Kapten Arm Zulkifli Pasi Ops Kodim 0421/Lampung Selatan dilakukan sejak tanggal (31/7/2016) hingga selesainya pelaksanaan KTT yang akan berlangsung (2-4/8) mendatang.
Berdasarkan data yang diperoleh Cendana News penggelaran pasukan di posko Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu masuk dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, pasukan yang digelar diantaranya merupakan personil gabungan dari Kodim 0421/LS sebanyak 16 orang, Yonif 143/TWEJ sebanyak 25 orang, tim Intelrem 2 orang, personil KSKP Bakauheni sebanyak 10 orang, Dinas Perhubungan sebanyak 10 orang, Lanal 10 orang.
“Kami mengamankan secara khusus pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan orang yang melintas di Pelabuhan Bakauheni berkoordinasi dengan kepolisian di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni” ungkap Kapten Arm Zulkifli Pasi Ops Kodim 0421/Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News di posko imbangan pelabuhan Bakauheni, Senin (1/8/2016)
Menurut Zulkifli, untuk pengamanan KTT WIEF ke-12 di area pelabuhan Bakauheni sejumlah personil diplotting menjadi enam pos untuk memudahkan pengamanan mulai dari pos 1 hingga pos 6. Selama bertugas
Ia menambahkan, personelnya sudah siap menghadapi ancaman teror serta berbagai ancaman keamanan yang terjadi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Fokus pengamanan dikhususkan menggagalkan potensi ancaman gangguan keamanan yang berasal dari wilayah Sumatera menuju Jawa.
Operasi imbangan merupakan bagian dari tugas TNI  untuk turut ambil bagian dalam mengamankan iven internasional tersebut. Oleh karena itu, Satgas Pam Imbangan KTT World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 tahun 2016, sesuai area operasi yang telah ditentukan, harus mampu menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Area operasi harus aman dari ancaman dan gangguan, khususnya dari sektor laut, yang dapat mengganggu kesuksesan forum internasional ini.
Selanjutnya  kewaspadaan terhadap ancaman yang sedang berkembang saat ini tidak bisa dianggap remeh. Aksi terorisme yang pernah terjadi di ibukota merupakan pelajaran berharga yang harus di antisipasi sejak dini. Disamping itu, kewaspadaan di laut harus benar-benar ditingkatkan, mengingat letak geografis ibukota negara yang berdekatan dengan Selat Sunda, yang merupakan pintu masuk ALKI-I menuju Laut Jawa.
“Kalau pengamanan laut di Selat Sunda dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut yang masuk dalam gugus tugas Koarmabar dan mengamankan jalur ALKI-I yang merupakan jalur laut Internasional,” ungkap Zulkifli.
Dalam mendukung pam imbangan KTT WIEF yang akan digelar di Jakarta sejak tanggal 2 sampai dengan 4 Agustus mendatang menurut rencana akan dihadiri 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting, yang berasal lebih dari 100 negara.
Menurut Zulkifli, pentingnya deteksi dini ancaman teror di pelabuhan Bakauheni sudah dipersiapkan sedemikian rupa karena itu, tugas pengamanan melibatkan berbagai unsur, dari TNI, polisi, Dishub serta unsur lain.
Pelaksanaan operasi satgas pam imbangan di Pelabuhan Bakauheni juga akan dipantau langsung oleh Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav.Supriyatna. Danrem akan melakukan pengecekan dan kesiapan anggotanya yang bertugas di posko imbangan selama KTT World Islamic Forum ke-12 di Jakarta.
Situasi terkini pelabuhan Bakauheni berdasarkan data poskotis ops imbangan Bakauheni, jumlah kapal roll on roll off sebanyak 41 kapal dengan kapal beroperasi sebanyak 25-27 kapal dengan jumlah dermaga digunakan sebanyak 6 dermaga. Khusus di pos pintu masuk Pelabuhan Bakauheni personil TNI dipersenjatai dengan senjata laras panjang dan beberapa anjing pelacak.(Henk Widi)
Lihat juga...