SENIN, 1 AGUSTUS 2016
LAMPUNG — Komandan Korem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav.Supriyatna melakukan pemantauan terhadap kondisi keamanan sekaligus memeriksa seluruh personil yang bertugas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Danrem yang datang mengecek kesiapan anggota dalam operasi pengamanan imbangan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta langsung memeriksa anggotanya yang bertugas di area Seaport Pelabuhan Bakauheni dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polres Lampung Selatan.

Selain melakukan pengecekan pasukan di area Seaport Interdiction yang menjadi tempat pemeriksaan kendaraan serta calon penumpang yang akan masuk ke pelabuhan Bakauheni, Danrem menghimbau kepada prajurit yang bertugas untuk lebih mewaspadai potensi gangguan selama KTT WIEF ke-12 berlangsung.
“Lokasi Lampung Selatan yang strategis sebagai pintu masuk ke Pulau Sumatera dari Pulau Jawa dan sebaliknya harus mendapat pengawasan maksimal terutama dari gangguan keamanan selama KTT berlangsung,”ungkap Kolonel Kav.Supriyatna saat berada di pelabuhan Bakauheni, Senin (1/8/2016).
Danrem yang langsung melakukan pengecekan kesigapan anggotanya di Poskotis imbangan Bakauheni langsung disambut oleh Dandim 0421/LS Letkol Arm.Untoro Harianto, General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, Eddy Hermawan dan Kabagops Polres Lampung Selatan, Kompol Yustam Dwi Heno dan Kepala KSKP Bakauheni, AKP Parhan.
Saat melakukan pantauan ke Bakauheni Ia berharap Lampung sebagai titik strategis di luar Pulau Jawa dimana Korem 043/ Garuda Hitam ditugaskan mengamankan akses masuk dari wilayah Pulau Sumatera selama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 di Jakarta berlangsung.
Penggelaran pasukan keamanan gabungan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni menurut Kapten Danrem akan berlangsung hingga selesainya pelaksanaan KTT yang akan berlangsung (2-4/8) mendatang.
Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu masuk dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, TNI dari Korem 043/Gatam dan berkoordinasi dengan unsur kepolisian pasukan yang digelar diantaranya merupakan personil gabungan dari Kodim 0421/LS sebanyak 16 orang, Yonif 143/TWEJ sebanyak 25 orang, tim Intelrem 2 orang, personil KSKP Bakauheni sebanyak 10 orang, Dinas Perhubungan sebanyak 10 orang, Lanal 10 orang.
Secara tekhnis, ia mengungkapkan pola pengamanan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan orang yang melintas di Pelabuhan Bakauheni berkoordinasi dengan kepolisian di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.
Menurut Kolonel Kav. Supriyatna, untuk pengamanan KTT WIEF ke-12 di area pelabuhan Bakauheni sejumlah personil disiagakan dibawah koordinasi Kodim 0421/LS menjadi enam pos untuk memudahkan pengamanan mulai dari pos 1 hingga pos 6. Selama bertugas ia menambahkan, personelnya sudah siap menghadapi ancaman teror serta berbagai ancaman keamanan yang terjadi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Fokus pengamanan dikhususkan menggagalkan potensi ancaman gangguan keamanan yang berasal dari wilayah Sumatera menuju Jawa.

Operasi imbangan merupakan bagian dari tugas TNI untuk turut ambil bagian dalam mengamankan event internasional tersebut. Oleh karena itu, Satgas Pam Imbangan KTT World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 tahun 2016, sesuai area operasi yang telah ditentukan, harus mampu menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Area operasi harus aman dari ancaman dan gangguan, khususnya dari sektor laut, yang dapat mengganggu kesuksesan forum internasional ini.
Selanjutnya kewaspadaan terhadap ancaman yang sedang berkembang saat ini tidak bisa dianggap remeh. Aksi terorisme yang pernah terjadi di ibukota merupakan pelajaran berharga yang harus di antisipasi sejak dini. Disamping itu, kewaspadaan di laut harus benar-benar ditingkatkan, mengingat letak geografis ibukota negara yang berdekatan dengan Selat Sunda, yang merupakan pintu masuk ALKI-I menuju Laut Jawa.
“Kalau pengamanan laut di Selat Sunda dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut yang masuk dalam gugus tugas Koarmabar dan mengamankan jalur ALKI-I yang merupakan jalur laut Internasional,”ungkap yang sebelumnya berdinas di Seskoad AD tersebut.
Dalam mendukung pam imbangan KTT WIEF yang akan digelar di Jakarta sejak tanggal 2 sampai dengan 4 Agustus mendatang menurut rencana akan dihadiri 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting, yang berasal lebih dari 100 negara.
Menurut Supriyatna, pentingnya deteksi dini ancaman teror di pelabuhan Bakauheni sudah dipersiapkan sedemikian rupa karena itu, tugas pengamanan melibatkan berbagai unsur, dari TNI, polisi, Dishub serta unsur lain.
Pelaksanaan operasi satgas pam imbangan di Pelabuhan Bakauheni juga akan dipantau langsung oleh Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav.Supriyatna. Danrem akan melakukan pengecekan dan kesiapan anggotanya yang bertugas di posko imbangan selama KTT World Islamic Forum ke-12 di Jakarta.
Situasi terkini pelabuhan Bakauheni berdasarkan data poskotis ops imbangan Bakauheni, jumlah kapal roll on roll off sebanyak 41 kapal dengan kapal beroperasi sebanyak 25-27 kapal dengan jumlah dermaga digunakan sebanyak 6 dermaga.
Selama melakukan pantauan kepada anggota yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni diantaranya di Poskotis imbangan, Danrem juga melakukan peninjauan pelabuhan Bakauheni diantaranya loby pembelian tiket pembelian tiket penumpang pejalan kaki, area gangway menuju ke kapal roro yang bersandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan memeriksa kesiapan personil TNI yang melakukan pengamanan di pelabuhan penyeberangan tersebut.
[Henk Widi]