JUMAT, 22 JULI 2016
LAMPUNG — Puluhan kontingen relawan Palang Merah Indonesia (PMI) asal Provinsi Lampung secara resmi dilepas oleh pelaksana tugas sekretaris daerah Provinsi Lampung, Ir. Sutono, untuk mengikuti Jumpa bakti gembira nasional (JUMNAS) VIII Palang Merah Indonesia. Seluruh kontingen diberangkatkan dari Bandarlampung ke Bumi Perkemahan Tonasa, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan melalui bandara Raden Inten II. Sebagai tanda pelepasan seluruh kontingen sebuah tarian khas budaya Lampung, Tari Bedana, mewarnai pelepasan seluruh kontingen PMI yang terdiri dari pelatih, pendamping dan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Tarian Bedana tersebut merupakan salah satu tarian keramahtamahan, penyambutan tamu sekaligus simbol persaudaraan yang dimiliki oleh warga Lampung dan menjadi salah satu tarian yang akan disajikan dalam pagelaran seni dalam rangkaian Jumnas VIII di Sulawesi Selatan. Selain tari Bedana dipastikan tradisi Mahau Pahaw (sedekah) sekaligus ritual pengobatan akan ditampilkan dalam Jumnas tersebut secara kolosal oleh seluruh kontingen dalam pentas seni dan budaya di kegiatan nasional tersebut.
Sutono dalam pelepasan kontingen di markas PMI Bandarlampung yang mewakili gubernur Lampung Ridho Ficardo mengungkapkan, kontingen Jumbara Nasional PMR VIII yang akan mewakili Provinsi Lampung bisa menjadi duta daerah yang mewakili keluarga besar Palang Merah Indonesia Provinsi Lampung.
“Ananda mengemban amanah mengibarkan bendera Provinsi Lampung pada kancah nasional dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dibidang kepalangmerahan selain itu juga kegiatan lain selama Jumbara berlangsung” terang Sutono sebelum melepas seluruh kontingen ke Bandara Raden Inten II, Jumat (22/7/2016).

Ia juga merasa bangga sebab selama ini PMI Provinsi Lampung selalu eksis dalam setiap iven nasional dimana PMI harus tampil, seperti dalam penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Mentawai dan DKI Jakarta bahkan dalam waktu dekat lalu dalam kegiatan operasi mudik dam balik lebaran 2016 (1437 Hijriyah).
Sebagai tunas muda keluarga besar PMI perwakilan Lampung Sutono mengharapkan seluruh kontingen harus mencerminkan, bahwa masyarakat Lampung sesungguhnya secara keseluruhan sejak lama telah menghayati secara baik nilai-nilai luhur yang diemban oleh organisasi kemanusiaan PMI ini, yang antara lain indikasinya dapat dilihat dari tingginya komitmen masyarakat membantu Palang Merah dalam rangka penyediaan darah transfusi yang setiap bulannya secara keseluruhan untuk Daerah Lampung kurang lebih dapat mencapai 6.000 Kantong Darah Transfusi yang dipergunakan oleh puluhan Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta yang tersebar di Daerah Lampung.
Selain dari pada itu, tugas-tugas kemanusiaan lainnya tidak pernah alpa dilaksanakan oleh Relawan PMI, berupa Pengadaan Posko Siaga Lebaran, Posko Siaga Tahun Baru dan Posko Siaga Hari Raya lainnya guna membantu kelancaran mobilitas penduduk yang merayakan hari-hari besar tersebut.

“Mewakili pemerintah daerah, tiada salahnya di kesempatan yang baik ini saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerja positif Keluarga Besar PMI Provinsi Lampung,” ungkap Sutono yang juga mantan kepala dinas kehutanan Lampung tersebut.
Kepada seluruh kontingen ia berharap agar bisa menjalankan tugas di arena Jumbara Nasional PMR VIII dengan tetap menunjukkan semangat, menjaga kekompakan Kontingen Lampung, jaga kesehatan diri, sehingga saat berangkat dalam keadaan bugar dan pulang pun dalam keadaan bugar.
Sebelum dilepas oleh Plt Sekdaprov Lampung sebelumnya Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung telah menggelar pemusatan latihan bagi kontingen dalam rangka menyiapkan peserta Jumpa bhakti gembira nasional (JUMNAS) VIII Palang Merah Indonesia (PMI) yang dihelat di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 25-31 Juli 2016 mendatang.
Menurut Hady Prasetyo, selaku Humas PMI Lampung, kontingen PMI Lampung yang akan berlaga di JUMBARA (Jumpa Bhakti Gembira) PMR Tingkat Nasional ke-8 di Bumi Perkemahan Tonasa I Pangkep Sulawesi Selatan 25-31 Juli mendatang sebelumnya sudah mulai menjalani masa karantina dalam bentuk pemusatan latihan. Meski pemusatan latihan diadakan sepekan sebelum keberangkatan namun pemilihan kontingen PMR telah dilakukan pada bulan sebelumnya dengan menyeleksi melalui beberapa tahapan diantaranya tes tertulis dan praktek materi palang merah remaja (PMR).
Dalam pemusatan latihan tersebut ungkap Hady, diikuti oleh sebanyak 58 peserta meliputi 36 kontingen PMI Lampung yang merupakan perwakilan peserta terbaik dari kabupaten/kota di Lampung beserta sebanyak 22 orang pendamping dan pelatih. Peserta terdiri dari sebanyak PMR tingkat SD (mula) sebanyak 12 orang, SMP (Madya) sebanyak 12 orang dan SMA (Wira) sebanyak 12 orang.
Proses pemusatan latihan yang bertujuan untuk mempersiapkan mental dan skill kontingen agar tidak kalah saing dengan kontingen dari Provinsi lain terutama dalam materi materi yang harus dikuasai selama Jumnas berlangsung.
Selain materi kepalangmerahan materi kesenian tradisional asal provinsi Lampung untuk ditampillan juga diberikan kepada seluruh peserta diantaranya tarian khas Lampung tradisi Mahau Pahaw dan Tari Bedana.
Seluruh peserta yang diberangkatkan mengikuti Jumnas VIII di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan rencananya akan tergabung bersama perwakilan dari 33 PMI dari masing masing provinsi dan ditambah dari 50 negara sahabat. Kegiatan Jumbara Nasional nantinya adalah evaluasi pembinaan PMR di setiap provinsi, persahabatan, kunjungan wisata, bhakti sosial, pementasan seni, donor darah dan lain lain.(Henk Widi)