Soal Pokemon Go, Aher Tunggu Kajian dari Pemerintah Pusat

JUMAT, 22 JULI 2016

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan menunggu kajian dari kementerian pusat terkait kebijakaan memainkan permainan fenomenal Pokemon Go. Secara pribadi, Aher -sapaannya- tidak memperbolehkan Pekerja Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memainkan di lingkungan kantor dan selama jam kerja.

“Saya tunggu Kementerian pusat lah. yang jelas prinsipnya tidak boleh hal seperti itu mengganggu pekerjaan, artinya di dalam pekerjaan, dalam suasana kerja di perkantoran tidak boleh ada,” ujar Aher, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (22/7/2016).
Belum lama ini, Roman Pierre (27) salah seorang warga negara Perancis, nekat memburu monster Pokemon hingga memasuki area militer di Kesatuan Kodim 0614/Kota Cirebon. Menurut Aher, tak hanya urusan keamanan saja yang harus diwaspadai dengan kehadiran permainan ini.
“Tapi juga persoalan gangguan keselamatan, jangan sampai ketika di ruangan publik seperti jalan-jalan, kan bahaya juga,” katanya.
Sebelumnya, orang nomor satu di Jabar ini sempat kaget, sebab ditemukan banyak monster pokemon di rumah dinasnya alias Gedung Negara Pakuan yang berada di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung. Untung saja hanya di sekitar halaman.
“Saya ke rumah pulang kemarin anak saya sedang lari-lari di halaman, saya tanya berapa yang ditangkap ada lima dan masih ada lagi,” ujarnya.
Disinggung ada atau tidaknya monster pokemon di kantornya, yakni Gedung Sate, Aher tidak tahu persis. Yang jelas dia sudah mengintruksikan tidak boleh ada yang memainkan Pokemon Go di lingkungan kantor.
“Di Gedung Sate saya tidak tahu, coba cari ada enggak? Jangan mengganggu pekerjaan,” tukasnya.(Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...