Pusat Aktifitas Tunanetra di Kota Bandung Belum Ramah Terhadap Kaum Difabel

JUMAT, 22 JULI 2016

BANDUNG — Kota Bandung memang kota pertama yang mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyandang Cacat. Kota yang ramah terhadap kaum difabel rupanya belum terwujud secara sempurna. Hal tersebut, tampak di Jalan Pajajaran, Kota Kembang yang notabene pusat aktifitas kaum difabel, khususnya tunanetra.

Berdasarkan pantauan, di area yang berdekatan dengan Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna tersebut memang sudah dipasang jalur pemandu tunanetra alias Guiding Block. Sayangnya, pada beberapa sudut masih sulit diakses bahkan cenderung membahayakan masyarakat yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Humas PSBN Wyata Guna, Suhendar menyayangkan, kini malah ditanam pot bunga di tengah-tengah jalur khusus yang berada di kawasan tersebut. Praktis akses rekan-rekannya sesama penyandang tunanetra kian terganggu.
Dikatakan, penanaman pot bunga tersebut dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sebagai upaya tata kota. hanya saja malah menjadi permasalahan baru bagi penyandang tunanetra.
“Mungkin ada satu paradok antara keindahan versi Wali Kota Bandung (Ridwan Kamil) dan kaum difabel khususnya tunanetra itu sendiri. Yang menurut mereka bagus atau indah itu belum tentu berguna bagi kita,” ujar Suhendar, di PSBN Wyata Guna, Kota Bandung, Jumat (22/7/2016).
Tak hanya keberadaan pot bunga saja yang menganggu, terdapat pula tumpukan kayu dan tiang di tengah-tengah jalur khusus tersebut. Suhendar pun mengaku banyak mendapat aduan terkait hal tersebut dari para penyandang tunanetra yang berada di Wyata Guna.
“Kita bukan ingin dijadikan skala prioritas, memang sebagai masyarakat minoritas tapi paling tidak ketika ada ide atau gagasan yang menyangkut hajat orang banyak sebaiknya diajak ngobrol terlebih dulu,” harapnya.
Jalan Pajajaran sendiri biasanya dijadikan sarana untuk melaksanakan Orientasi Mobilitas (OM) bagi siswa-siswi yang sedang menimba ilmu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Wyata Guna. Lantaran, semula dianggap jalan paling ramah bagi penyandang tunanetra dibandingkan kawasan lainnya yang ada di Kota Bandung.
Jalan Pajajaran ini sebagai pusat sarana teman-teman untuk melakukan berbagai aktifitas. Kalau jalan yang menjadi pusat (tunanetra) seperti ini (tidak aman) apalagi jalan-jalan yang lain,” pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...