MANADO—Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) mengandalkan wisata bahari sebagai salah satu destinasi wisata daerah. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara Femmy Pangkerego pada diskusi publik Smart Government yang digagas oleh sejumlah media di kafe 178 STIEPAR Manado.
![]() |
| Suasana diskusi publik smart government, Femmy Pangkerego saat berbicara |
Menurut Femmy Pangkerego, pemerintah Kabupaten Minahasa Utara saat ini sedang melakukan pembenahan infrastruktur pariwisata terutama yang berada di kawasan wisata bahari, terkait kunjungan wisata yang sedang dan semakin ramai dari wisatawan Tiongkok dan Hong Kong.
“Kami bersyukur Minahasa Utara saat ini masuk sebagai tujuan wisata, karena itu selain wisata bahari kami juga akan terus mengembangkan destinasi wisata lain, seperti kaki dian, dan waruga”, tegasnya pada Cendana News, Selasa (19/07/2016).
Selain itu Pangkerego mengatakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara saat ini juga lagi konsentrasi untuk menata kawasan lingkungan hutan mangrove di Desa Bahoi bekerja sama dengan sejumlah SKPD, agar bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat dan pemerintah.
“Kami sudah membangun jembatan penghubung di lokasi yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat dan wisatawan saat mengungjungi hutan mangrove itu, karena saat ini pemerintah daerah juga lagi konsen untuk jadikan kawasan Bahoi sebagai salah satu destinasi wisata yang layak untuk di kunjungan wisatawan mancanegara”, tuturnya. (Ishak Kusrant)