YOGYAKARTA — Evaluasi sementara arus mudik dan balik di musim lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan jumlah pengguna jasa transportasi udara pesawat terbang. Dibanding tahun 2015, jumlah pemudik yang menuju dan berangkat dari Yogyakarta melalui Bandara Udara Internasional Adisucipto tahun ini menunjukkan peningkatan sebesar 10,9 Persen, dengan total jumlah penumpang sebanyak 367.744 orang.
Suasana di Bandara Adisucipto
Otoritas Bandara Udara Internasional Adisucipto mencatat sejak H-12 Lebaran hingga H+4 Lebaran pada 11 Juli 2016, kemarin, terdapat 367.744 orang penumpang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2015 yang hanya sebanyak 332.656 orang penumpang. General Manager Angkasa Pura 1, Agus Pandu Purnama, saat dihubungi Selasa (12/7/2016), mengatakan, peningkatan jumlah penumpang itu di luar perkiraan sebelumnya.
Menurut Pandu, puncak arus balik melalui Bandara Udara Adisucipto terjadi pada H+3 yaitu Minggu, 10 Juli 2016, dengan total penumpang sebanyak 23.645 orang. Dengan peningkatan jumlah penumpang, kata Pandu, selama musim mudik dan balik lebaran ini pihaknya hanya menambah 3 penerbangan ekstra dengan pesawat Garuda Indonesia, Num Air dan Sriwijaya Air, sehingga jumlah penerbangan menjadi 154 kali dalam sehari, lebih banyak dari hari biasa yang hanya 148 penerbangan.
Agus Pandu Purnama, General Manager Angkasa Pura 1
Penambahan ekstra penerbangan, kata Pandu, telah disesuaikan dengan kapasitas bandara yang pada hari-hari biasa pun sudah mengalami over kapasitas. Sementara itu, selama dalam musim mudik dan balik lebaran ini pihaknya juga menambah berbagai fasilitas lain di bandara. Yaitu, jumlah kursi di ruang tunggu yang semula hanya 800 buah ditambah menjadi 1.000 buah. Juga sarana toilet yang dilakukan dengan membangun toilet portable sebanyak 10 unit. Penambahan toilet, kata Pandu, dilakukan guna mencegah antrian terlalu panjang di toilet. (koko)