Musim Kemarau Basah, Petani di Sumenep Was-Was Tanam Tembakau

JUMAT, 22 JULI 2016

SUMENEP — Memasuki musim kemarau basah membuat petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, merasa ragu untuk bercocok tanam tembakau. Pasalnya kondisi yang sangat tidak memungkinkan tersebut terkadang sewaktu-waktu akan turun hujan, sehingga bisa mengancam terhadap tanaman yang mereka garap (Kerjakan).

Salah seorang petani sedang merawat tanaman tembakau.
Biasanya saat ini para petani yang ada di wilayah ujung timur Pulau Madura ini mulai banyak tanam tembakau, tetapi pada kenyataannya petani merasa ragu untuk bercocok tanam daun emas tersebut. Namun ada juga petani yang memaksakan diri menanam tembakau meski kondisi masih sering terjadi hujan, akibatnya tanaman garapan menjadi tidak tumbuh secara maksimal.
“Kalau sekarang banyak petani masih was-was untuk menanam tembakau, karena melihat musim kemarau basah akan sangat mengkhawatirkan, sebab masih sering terjadi hujan. Makanya apabila hujan masih sering terjadi, kemungkinan tanaman tembakau akan rusak, bahkan bisa mati,” kata Moh. Zaini (35), salah seorang petani di Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Jumat (22/7/2016).
Disebutkan, bahwa sampai sekarang hujan masih sering terjadi di daerah ini, akibatnya banyak tanaman tembakau yang tergenang air, sehingga tanaman yang menjadi penghasilan musiman tersebut mulai layu. Sehingga para petani hanya bisa pasrah melihat tanaman garapannya (yang dikerjakannya) yang tidak tumbuh secara maksimal.
“Ya kalau yang sudah tanam tembakau hanya bisa pasrah dan berharap tidak sering turun hujan, karena untuk menggarap tanaman lain sudah banyak mengeluarkan biaya. Makanya jalan satu-satunya hanya tetap melanjutkan tanaman tembakau tersebut, meskipun sewaktu-waktu mereka harus mengganti bibit tembakau yang sudah mati,” jelasnya.
Sejak dulu tanaman tembakau bagi masyarakat Madura pada umumnya disebut daun emas, karena para petani di saat musim tembakau bisa mendapatkan penghasilan yang sangat besar. Sehingga meski kondisi sangat tidak memungkinkan mereka memaksakan diri melakukan cocok tanam dalam kemarau basah. (M. Fahrul)
Lihat juga...