Lestarikan Budaya Leluhur, ‘Barisan Mbah Sinto’ Ajarkan Aksara Jawa Kuno di Malang

JUMAT, 22 JULI 2016

MALANG — Dilandasi ketertarikan yang tinggi terhadap sejarah dan budaya masa lalu serta keinginan untuk berbagi ilmu pengetahuan, sekumpulan mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai ‘Barisan Mbah Sinto’ mengadakan sebuah kegiatan pembelajaran bertajuk ‘Ajar Sinau Aksara Jawa Kuno’.

Sekelompok Mahasiswa sedang mengajarkan aksara jawa
Bertempat di Jalan Tretes Selatan Kelurahan Rampal Celaket kota Malang, sekelompok mahasiswa sejarah dari berbagai Universitas ini sejak kemarin mulai mengajarkan kembali aksara jawa kuno kepada masyarakat umum terutama anak-anak sekolah.

“Awalnya dulu saya dan teman-teman belajar aksara jawa kuno di museum Majapahit. Setelah sudah dianggap mahir, akhirnya dari komunitas Barisan Mbah Sinto ini mencoba membuka kegiatan belajar aksara jawa kuno di Malang,” jelas Ardiansyah Tsani Ghozali, salah satu anggota komunitas.

Ia mengatakan, dalam kegiatan pembelajaran ini akan diajarkan pengenalan dan pembacaan aksara jawa kuno terutama yang banyak terdapat di prasasti. Untuk pesertanya bisa dari umum terutama anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA). 
Ardiansyah Tsani Ghozali, salah satu anggota komunitas
“Dan yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran ini sama sekali tidak di pungut biaya alias gratis. Kami melakukannya dengan sukarela, kita hanya ingin membagikan ilmu yang sudah kami peroleh baik dari museum Majapahit maupun dari kampus,” ungkapnya.
Kemarin sore kita mulai mengenalkan sejarah aksara jawa kuno dan besok hari Minggu sudah mulai praktek penulisannya. Setelah itu, mulai bulan depan pembelajaran seperti ini akan rutin dia adakan, tambahnya.
Menurut mahasiswa asli Malang ini, kegiatan pembelajaran aksara jawa kuno dirasa penting karena banyak prasasti-prasasti yang justru menggunakan huruf jawa kuno yang sudah tidak di ajarkan di sekolah.
“Aksara jawa yang masih di ajarkan di sekolah merupakan aksara jawa modern yang bentuknya berbeda dengan aksara jawa kuno,” ucapnya. Aksara jawa kuno bentuk dan lekukannya lebih simpel daripada aksara jawa modern, imbuhnya.
Lebih lanjut mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) semester delapan ini menyampaikan bahwa sebenarnya tujuan di adakannya pembelajaran huruf jawa kuno adalah untuk melestarikan budaya leluhur supaya masyarakat khususnya yang ada di kota Malang agar mampu membaca tulisan aksara jawa kuno yang banyak ditemukan dalam prasasti.
Sementara itu disebutkan bahwa jumlah anggota Barisan Mbah Sinto sendiri kurang lebih sebanyak 50 orang yang berasal dari berbagai Universitas seperti IKIP Budi Utomo, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Airlangga (UNAIR). (Agus Nurchaliq)
Lihat juga...