JUMAT, 29 JULI 2016
JAKARTA — Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa rupanya tidak main-main dalam rangka membantu dan mengawal serta mensukseskan pelaksanaan program sosialisasi kartu Badan Penjamin Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
| Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat wawancara dengan wartawan |
Menurut Mensos Khofifah Indar Parawansa, pihak Kementrian Sosial (Kemensos) rencananya akan mengerahkan sekitar 22.000 petugas operator Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mensukseskan dan mengawal salah satu program Pemerintah tersebut.
Ribuan operator PKH dibawah koordinasi Kemensos tersebut sudah siap melaksanakan tugasnya masing-masing, antara lain melakukan pendampingan pada saat sosialisasi kartu BPJS Kesehatan kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia.
Khofifah menjelaskan bahwa hal ini sesuai dengan petunjuk dan arahan dari Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani pada saat mengikuti rapat koordinasi di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (28/7/2016).
| Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko PMK |
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan “Kemensos saat ini tercatat mempunyai sekitar 13.000 petugas operator PKH, itu belum termasuk 9.000 petugas operator PKH baru yang sampai saat ini masih mengikuti bimbingan teknik (bimtek), jadi semuanya berjumlah sekitar 22.000 petugas operator PKH, mereka siap kapan saja diturunkan terjun langsung ke lapangan sesuai dengan tugasnya masing-masing” katanya kepada wartawan setelah jumpa pers di Kantor Kemenko PMK, Kamis (28/7/2016).
“Ribuan petugas operator PKH nantinya akan membantu memberikan pendampingan untuk mensukseskan program pelaksanaan sosialisasi kartu BPJS Kesehatan khususnya kepada keluarga miskin yang tidak mampu mengurus sendiri kepemilikan kartu BPJS kesehatan, mereka bekerja sesuai dengan petunjuk dan arahan dari Dinas Sosial (Dinsos) setempat baik di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota masing-masing” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kantor Kementrian PMK.(Eko Sulestyono)