SENIN, 25 Juli 2016
JAKARTA — Tidak dapat dipungkiri bahwa Rio Haryanto saat ini merupakan salah 1 pebalap kebanggaan masyarakat Indonesia, Rio Haryanto tercatat dalam sejarah menjadi pebalap pertama asal Indonesia yang mampu menembus dan berkiprah di ajang balap mobil bergengsi dunia yaitu Formula 1. Terakhir orang Asia yang mampu berkiprah di Formula 1 adalah Alex Yoong, yaitu seorang pebalap Formula 1 asal Negara Malaysia.
| Rio Haryanto pebalap Formula 1 kebanggaan Indonesia |
Saat ini bisa dikatakan Rio merupakan satu-satunya pebalap di Benua Asia yang bisa masuk seri balap mobil Formula 1 musim 2016. Sebelum bisa menembus masuk ke balap Formula 1, Rio diketahui telah meniti karir balap sejak usia dini, rupanya Rio mewarisi bakat balapan dari ayahnya kandungnya yaitu Sinyo Haryanto sebagai salah satu pebalap mobil nasional pada era tahun 90 an.
Rio tercatat mengawali debutnya sebagai pebalap Formula 1 pada pertengahan bulan April 2016 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, saat itu Rio tidak bisa melanjutkan balapan hingga finish lantaran mengalami kerusakan mesin. Namun apapun hasil akhir balapan Rio di Australia, jutaan rakyat Indonesia menjadi saksi dan menonton langsung melalui layar televisi pebalap kebanggaannya akhirnya bisa berlaga di Formula 1.
Hingga berita ini ditulis, Rio tadi malam, Minggu (24/7/2016) baru saja mengikuti lomba balap seri Formula 1 di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, dimana Rio berhasil finish di urutan ke 21. Namun nasib dan kelanjutan masa depan Rio di Formula 1 diperkirakan tinggal menghitung hari, salah satu sebabnya karena pihak manajemen dan sponsor Rio hingga kini masih belum melunasi sisa pembayaran keikutsertaan Rio kepada Manor Racing Team (MRT).
Manor Racing mematok biaya sekitar 15 juta Euro kepada Rio agar dirinya bisa membalap di Formula 1, pihak Kiky Sport sebagai manajemen Rio sebenarnya sudah membayar sekitar 3 juta Euro ditambah 5 juta Euro dari pihak PT. Pertamina (Persero) sebagai sponsor utama, sehingga totalnya 8 juta Euro. Namun seiring berjalannya waktu, hingga saat ini pihak manajemen Rio Haryanto ternyata kesulitan mencari sponsor baru, sehingga sisa kekurangan dana sebesar 7 juta Euro belum bisa dilunasi.
| Wianda Pusponegoro (kiri) bersama Menpora Imam Nahrawi (kanan) |
Wianda Arindita Pusponegoro, Vice President Corporate Communications PT. Pertamina (Persero) mengatakan “sebelum pelaksanaan seri Grand Prix Formula 1 di Jerman pekan berikutnya, Manor Racing dan pihak kami termasuk manajemen Rio akan segera berkomunikasi dan berkoordinasi secepatnya, salah satunya adalah terkait dengan kejelasan status Rio berkiprah di seri Formula 1 seri berikutnya” katanya pada saat acara nonton bareng balap mobil Formula 1 di Bright Cafe Pertamina, Jakarta, Minggu malam (24/7/2016).
“Pertamina sebagai sponsor utama Rio Haryanto di Formula 1 telah mengirimkan surat secara resmi kepada Manor Racing untuk meminta informasi terkait dengan masa depan dan kelanjutan Rio Haryanto mengikuti perlombaan seri Formula 1 berikutnya, mudah-mudahan hari Rabu (27/7/2016) sudah ada jawaban resmi dari pihak Manor Racing, namun kita yakin mudah-mudahan Manor tetap mempertahankan Rio hingga membalap hingga akhir musim balap Formula 1 tahun 2016” demikian dikatakan Wianda Arindita Pusponegoro kepada wartawan.
Hingga saat ini pebalap kebanggaan Indonesia yaitu Rio Haryanto tercatat telah mengikuti 11 seri perlombaan balap mobil Formula 1, termasuk hingga balapan tadi malam di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, namun ternyata masih ada 10-11 sirkuit lagi yang harus dijalani Rio Haryanto sampai akhir musim balap Formula 1 tahun 2016, termasuk balapan seri berikutnya di Sirkuit Hockenheim/Nurburgring, Jerman pekan depan.
Karena pihak manajemen Rio hingga saat ini tampaknya masih kesulitan mencari sponsor baru dan dana talangan untuk melunasi sisa kekurangan sekitar 7 juta Euro, maka masa depan karier Rio di balap mobil Formula 1 tinggal “menghitung hari”. Rio terancam tidak bisa melanjutkan sisa seri balap mobil Formula 1 hingga akhir musim akibat kekurangan dana dan sponsor, karena sejak dulu balap mobil Formula 1 memang identik serba mahal.(Eko Sulestyono)