SENIN, 25 JULI 2016
BANDUNG — Layang-layang alias dalam istilah Sunda disebut lalanglayangan adalah salah satu permainan tradisional yang tetap digemari. Terutama pada Sore hari kala cerah, mainan yang terbuat dari bambu dan kertas ini selalu tampak menghiasi langit-langit di Kota Bandung.

Kini cuaca di Kota Kembang sedang tidak menentu, terkadang panas kemudian hujan. Namun hal tersebut tak menyurutkan para penggiatnya untuk memainkan permainan yang konon sudah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi ini.
Seperti yang tampak di kawasan Bukit Dago Perumahan Green Hill, Kota Bandung, Minggu (24/7/2016) Sore. Tampak masyarakat tua maunpun muda memainkan permainan klasik ini.
Tak sekadar melambungkan layang-layang, namun juga kerap terjadi duel di udara. Dimana jika berhasil memutuskan benang layang-layang milik lawannya bisa menjadi kebangaan tersendiri.
“Tapi kami di sini bukan dijadikan ajang judi, memang ada yang menyangka seperti itu. Bagi kami ini hiburan setelah satu minggu kerja, dan juga hobby kami dari kecil,” kata salah satu pegiat layang-layang, Davril (34) di lokasi.
Tak sekedar bermain, kegiatan ini pun ia anggap sebagai ajang silaturahmi. Yang berpartisipasi pun tak melulu warga sekitar. Dikatakan ada pula yang berasal dari Kota Cimahi, Dayeuh Kolot, Baleendah (Kabupaten Bandung), Cicadas (Kota Bandung), bahkan pernah pula datang dari Jakarta.

Davril menambahkan dari mulai anak SMP hingga Kakek-kakek pun memanfaatkan kawasan Bukit Dago untuk bermain layang-layang.
“Makannya yang datang ke sini ada pengusaha, dosen, PNS, bahkan anak sekolah,” ucapnya.
Menurutnya, bisa jadi kedatangan mereka karena sulitnya menemukan lahan memainkan layang-layang di sekitar lingkungan rumahnya. Sementara para pegiatnya memilih memainkan layang-layang ini lantaran bisa sambil bersosialisasi.
Dikatakan, kegiatan bermain layang-layang ini memang rutin dilakukan setiap hari minggu. Tak melulu saat cerah, para penikmatnya pun sering kali memaksakan datang apabila sedang hujan.
“Kalau hujan kita ngobrol-ngobrol sambil berteduh soal layang-layang atau masalah lainnya. Dari kegiatan ini juga kan bisa membangun relasi, seperti kerjaan atau bisnis,” paparnya.
Secara pribadi, ia lebih memilih bermain layang-layang daripada memainkan permainan di gadget. Sebab, bermain layang-layang cenderung dilakukan secara berkelompok.
“Sekarang kan ramai permaianan Pokemon Go, daripada memainkan itu saya lebih memilih ini (layang-layang),” pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)