Dilantik Jadi Menkopolhukam, Wiranto Non Aktif dari Ketua Umum Partai Hanura

KAMIS, 28 JULI 2016
 
JAKARTA — Sehari setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menggantikan Menkopolhukam yang lama yakni Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Panglima ABRI/TNI Jendral (Pur) Wiranto secara resmi menyatakan bahwa dirinya otomatis non aktif dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
 
Menkopolhukam Jendral (Pur) TNI Wiranto saat memasuki mobil dinasn di depan kantornya
Hal ini ditegaskan Menkopolhukam Wiranto sesaat setelah acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara pejabat Menkopolhukam yang baru dengan pejabat Menkopolhukam yang lama di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis siang (28/7/2016).
 
Wiranto selama ini memang dikenal menjabat sebagai Ketua Partai Hanura sekaligus sebagai “Pionner” pendiri partai tersebut. Partai Hanura dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 saat itu mendukung duet pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk diusung menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
 
Setelah kedua pasangan yang diusung Partai Hanura tersebut berhasil menjadi Presiden dan Wakil Presiden, Partai Hanura akhirnya  masuk dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sampai sekarang dan kader Partai Hanura juga ada yang terpilih menjadi Menteri dalam Kabinet Kerja.
 
“Satu hari sebelum saya dilantik menjadi calon Menkopolhukam yang baru menggantikan Luhut Pandjaitan, saya sudah berpamitan kepada Anggota Partai Hanura, pada saat yang bersamaan saya menyatakan untuk sementara non aktif sebagai Ketua Umum Partai Hanura karena dipercaya oleh Presiden untuk mengemban tugas dan amanat sebagai Menkopolhukam” kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Kamis siang (28/7/2016).
 
“Posisi Ketua Umum Partai Hanura akan diserahkan kepada anggota partai yang lain, namun untuk saat ini saya belum bisa mengungkapkan siapa pengganti saya, tunggu saja nanti pasti kita umumkan, saya sekarang ingin fokus pada tugas dan pekerjaan khususnya yang berhubungan dengan permasalahan Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam)” demikian dikatakan Wiranto yang pernah menjadi Panglima ABRI/TNI pada masa Pemerintahan Presiden H.M. Soeharto hingga Presiden B.J. Habibie tersebut.(Eko Sulestyono)
Lihat juga...