SENIN, 25 JULI 2016
SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan bahwa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambuko 1, Kecamatan Guluk-Guluk daerah setempat akan mendapat bantuan pembangunan gedung sekolah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 ini. Sehingga pihak sekolah terlebih dahulu harus menyelesaikan adminitrasi sesuai ketentuan yang ada.
![]() |
| Suasana siswa sedang belajar di balai Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk. |
Dalam realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tidaklah semudah bantuan dari dana yang digelontorkan oleh pemerintah daerah, sehingga penerima harus menyesuaikan serta memenuhi persyaratan yang ditelah ditentukan sesuai petunjuk dan tehknis dari kementerian. Pasalnya dana tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Memang sudah ada tahun ini Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun, jadi ini mungkin hanya persoalan menunggu secara administratif, tetapi sudah ada program untuk membangun sekolah itu. Ini merupakan bentuk perhatian kami yang telah memasukkan dalam program DAK,” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Senin (25/7/2016).

Disebutkan, bahwa selama ini sekolah dasar yang rusak di daerah ini memang cukup banyak, sehingga sekolah yang lambat mendapatkan bantuan bukannya tidak diperhatikan, tetapi akan selalu diperhatikan dengan cara berkala untuk memberikan bantuan terhadap sekolah rusak tersebut. Karena setiap tahun pemerintah terus menganggarkan berbagai persoalan pendidikan yang ada di daerah ini.
“Jadi itu memang harus ada prioritas, sehingga sekolah itu kami arahkan mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut. Jadi itu kan dana dari pusat, kita harus bekerja sesuai teknis yang ada supaya di kemudian hari tidak ada masalah,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan sekolah yang sudah berahun-tahun nyaris roboh, nantinya dapat menjadi penunjang terhadap peningkatan dan kemajuan pendidikan di desa tersebut. Sehingga kedepan para siswa maupun guru akan merasa lebih nyaman menjalankan aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Sekedar diketahui jumlah siswa yang melaksanakan kegiatan belajar di balai desa secara keseluruhan sebanyak 81 siswa, dengan rincian, kelas I sebanyak 13 siswa, kelas II sebanyak 14 siswa, kelas III sebanyak 13 siswa, kelas IV sebanyak 11 siswa, kelas V sebanyak 13 siswa dan kelas VI sebanyak 17 siswa. (M. Fahrul)