LAMPUNG — Insiden wisatawan tenggelam di perairan saat rekreasi di pantai terjadi di dua wilayah pantai di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus dalam kurun waktu sehari. Berdasarkan keterangan Badan Search and Rescue (Basarnas) wilayah Lampung dua kejadian tenggelamnya wisatawan terjadi pada Minggu pagi (17/7) hingga kini masih terus dilakukan upaya pencarian. Pencarian dilakukan berkoordinasi dengan tim Basarnas, Polair Polres Lampung Selatan, SAR ASDP Bakauheni dan masyarakat.
Kepala Seksi operasi SAR Lampung, Yulius Cahyono saat dikonfirmasi mengaku telah menerjunkan personil lengkap dengan peralatan penyelamatan berupa perahu karet serta alat selam di dua lokasi untuk menemukan korban tenggelam sebanyak 4 orang dengan satu diantaranya sudah berhasil ditemukan. Ia menerangkan kejadian tenggelamnya wisatawan di Laguna Gayau Teluk Kiluan menelan tiga korban. Lokasi wisata di Pekon Kiluan yang digunakan tiga korban merupakan bibir pantai dan diduga ketiga korban tengah asyik berswa foto sebelum akhirnya terseret ombak dan terjatuh membentur batu karang.
Menurut keterangan Basarnas, tiga korban tenggelam di Teluk Kiluan diantaranya warga Teluk Betung Bandar Lampung bernama Indri Pitaloka, Safikri Romi warga Pahoman Bandarlampung dan Abiyu Hutama warga Natar Lampung Selatan. Sementara lima rekan korban yang selamat diantaranya Aditya, Dwiki Aziz , Radityo, Febriansyah dan Aryadi Kurniawan.
Tim pencarian dari Basarnas, Polsek Limau, Lanal, Pomat AL dan RAPI langsung melakukan penyisiran ke lokasi dan berhasil menemukan satu jenazah wanita yang langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moloek (RSUAM) untuk diotopsi dan dipulangkan ke keluarga.
“Berdasarkan informasi satu dari korban telah ditemukan oleh nelayan dan menunggu informasi keberadaan korban yang belum ketemu dan personil kita juga dikerahkan di lokasi korban tenggelam lain di Bakauheni yang hingga kini belum ditemukan jadi total korban belum ditemukan tiga orang,” terang Kasiopas Basarnas wilayah Lampung, Yulius saat dikonfirmasi Cendana News, Senin pagi (18/7/2016)
Proses pencarian seorang remaja 18 tahun yang dilaporkan tenggelam di Perairan Pantai Batu Alif Tanjung Tua, Bakauheni Lampung hingga hari kedua terus dilakukan menggunakan perahu Basarnas, Satpolair Polres Lampung Selatan dan nelayan setempat. Sebelumnya informasi tenggelamnya Hamdani (18) diterima Kantor SAR Lampung dari ASDP 2,5 jam setelah kejadian sekitar pukul 11.37 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut 1 tim rescue Kantor SAR Lampung bergerak menuju lokasi kejadian.
Pukul 15.30 WIB tim tiba di lokasi yang berada di koordinat 05 52 40 S – 105 42 53 E dan langsung berkoordinasi dengan Polsek bakauheni, SAR ASDP, nelayan, dan warga setempat. Pencarian awal dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir sejauh 3 mil dari lokasi kejadian. Hingga pukul 17.50 WIB korban yang merupakan warga Dsn kayu Tebu desa Kelawi Kecamatan bakauheni Lampung Selatan masih belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilanjutkan hari ini.
Paska kejadian tersebut pihak pengelola telah memasang himbauan peringatan di bibir pantai agar wisatawan memperhatikan aspek keselamatan saat berwisata terutama dengan kondisi perairan yang sedang tidak bersahabat. Umi, pengelola tempat wisata di pantai Minangruah Desa Kelawi mengaku sudah memberi peringatan agar wisatawan tidak mendekati zona berbahaya terutama di bibir pantai yang penuh batu karang.
“Selama ini sedang tren wisatawan melakukan kegiatan foto-foto tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan kita sudah berikan rambu-rambu area yang tak boleh dimasuki” pungkas Umi.
Selain di bibir pantai, khusus untuk wisatawan yang akan berenang agar memperhatikan tanda tanda alam diantaranya kondisi angin dan gelombang. Area khusus bagi wisatawan yang akan berenang pun sudah diberi tanda bendera merah sebagai tanda agar tidak melebihi tanda tersebut saat berenang. Ia juga menghimbau wisatawan agar menggunakan jasa pemandu wisatawan khususnya bagi wisatawan yang tidak mengetahui kondisi tujuan wisata yang didatangi.(Henk Widi)