Warga Solo Kembali Blokir Jalan Tolak Satu Arah

SABTU, 4 JUNI 2016

SOLO — Aksi blokir jalan kembali dilakukan warga Laweyan, Solo, Jawa Tengah, guna memprotes pemberlakukan sistem satu arah (SSA), yang dinilai sangat merugikan warga. Aksi kali ini sembari blokir jalan, warga juga menggelar sholat hajat dan doa bersama. 

“Semakin lama sistem satu arah ini diterapkan, kami akan terus menggelar aksi-aksi serupa. Jika memang di protes dengan cara diskusi tidak bisa, inilah cara kami untuk menolak kebijakan yang salah,” ucap Pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam, sekaligus Koordinator aksi M Ali Naharrusyurur, disela-sela aksi, Sabtu siang (4/6/16). 
Menurut pria yang akrab Abah Ali, kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) yang diterapkan Pemkot Solo, sangat merugikan warga. Tidak hanya kalangan bisnis yang terus sepi pembeli, tetapi anak-anak menjadi tidak nyaman bermain di dalam kampung. “Ini karena jalan tengah kampung menjadi ramai, laju kendaraan semakin banyak. Bahkan, ibu-ibu yang mau ke masjid jadi takut karena banyaknya kendaraan yang lewat,” cetusnya. 
Sejak diterapkan SSA, warga sebenarnya sudah berupaya untuk meminta Pemkot Solo meninjau kembali dan membatalkan, namun sejauh ini tidak ada respon sama sekali. Abah Ali juga menyatakan kebijakan SSA adalah kebijakan yang terburu-buru tanpa kajian mendalam dan melibatkan banyak pihak, termasuk warga. 
“Pemkot seharusnya bijak, ada penolakan warga seharusnya dapat ditangkap. Tidak lantas seperti menutup mata. Jika memang Pemkot bersikukuh akan terus melanjutkan kebijakan yang salah ini, maka warga juga akan terus menggelar aksi penolakan,” pungkas Abah Ali. 
Aksi yang digelar di tengah jalan Radjiman ini juga turut diwarnai dengan membentangkan sejumlah spanduk kritikan keras. Seperti sejak ditinggal Jokowi Solo menjadi tidak karuan, dan sejumlah umpatan lainnya. (Harun Alrosid) 
Lihat juga...