Wakil Bupati Lampung Selatan Minta Warga Hentikan Aksi Kubur Diri

JUMAT, 3 JUNI 2016

LAMPUNG — Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan, Nanang Ermanto, mendatangi empat warga yang hampir dua hari melakukan aksi kubur diri di lokasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), di Dusun Cilamaya Desa Bakauheni. Didampingi camat, ia berjanji akan menyelesaikan persoalan terkait ganti rugi.
“Kasian anak dan isteri dan berpikir dengan jernih agar persoalan segera selesai. Nanti kita fasilitasi persoalan tersebut hingga selesai dan jangan dikorbankan warga yang dipendam tersebut, dan jangan kuatir karena kami sangat respect dengan persoalan ini,”ungkap Nanang Ermanto kepada ratusan warga yang ada di lokasi kubur diri, Jumat (3/6/2016)
Disebutkan, langkah yang akan dilaksanakan dalam penyelesaian antara lain dengan mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Selatan untuk menanyakan soal kepemilikan tanah.
Selain itu, ia juga mendukung sikap warga untuk menutup jalan hingga proses ganti rugi diselesaikan.
“Saya akan memerintahkan warga melakukan penutupan jalan yang akan dipergunakan untuk menutup jalan yang akan dibangun tol ini jika memang hak warga belum dibayarkan karena tim pembangunan tol belum memenuhi kewajibannya,”ungkap Nanang Ermanto.
Sementara itu, anggota DPR dari wilayah Bakauheni, Sadide mengungkapkan agar para warga yang melakukan aksi segera dikeluarkan dan segera diperiksa tim medis dari Puskemas Penengahan.
“Sudah kita datangkan dokter dan tenaga medis agar setelah warga keluar dari pendaman tersebut segera diperiksa kondisi kesehatannya,”ungkap Sadide.
Pantauan Cendana News, satu warga, Amran Harahap yang melakukan aksi sempat mengalami kondisi kritis dengan kondisi lemah namun dirinya tak bersedia keluar dari dalam tanah yang dilakukan saat aksi kubur diri. Keempat warga yang melakukan aksi kubur diri bahkan belum bersedia keluar meski telah dipendam selama dua hari.
Aksi kubur diri empat warga Cilamaya, Amran Harahap, Hamdan, Iin dan Samin mewakili puluhan warga yang belum menerima kompensasi ganti rugi proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar khususnya di KM 05 sudah berlangsung lebih dari 24 jam.
Dukungan warga terdampak diberikan dengan menunggu keempat warga tersebut di lokasi yang dinaungi dengan tenda dan menjadi peneduh bagi keempat warga yang dikubur hidup hidup. Sementara alat berat pembangunan jalan tol terus melakukan proses pembersihan lahan (land clearing) meski sudah diberi pagar menggunakan tali rafia.
[Henk Widi]
Lihat juga...