Unitomo Kenalkan Indonesia pada Mahasiswa Asing

JUMAT, 3 JUNI 2016

SURABAYA — 10 mahasiswa asing dari Oklahoma University belajar mengenai budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia melalui kunjungan ke beberapa universitas di Indonesia, salah satunya ke Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.
Kunjungan ini pun langsung disambut dengan hangat oleh seluruh civitas akademika Unitomo dengan cara mengajarkan membuat jamu dan menjualnya dengan cara digendong serta belajar memakai jarik wiron. Dimana masing-masing mahasiswa baik perempuan dan laki-laki didandani mengenakan pakaian tradisional.
Ketua Pelaksana, Nevie Nurjayanti menjelaskan acara ini dinamakan ‘cross culture’ setiap tahun diadakan gunanya untuk memperkenalkan budaya bangsa Indonesia ke luar negeri.
“Selain kami mengajarkan budaya Indonesia, para mahasiswa asing ini juga mengajarkan budaya mereka kepada kami yakni traditional game seperti carry an egg on a spoon, a potato on your foot, pin the flag dan musical chairs,” jelasnya saat ditemui di Gedung A Unitomo, Jumat (3/6/2016).
Tema yang diambil setiap kali cross culture berbeda, tahun kemarin reog dan tahun ini jamu gendong. Untuk jamu gendong sendiri diajarkan mengenai Javanese Culture dimana hasrat dan kesabaran sangat dibutuhkan. Selain itu pula masyarakat Indonesia yang terkenal ramah terhadap semua orang pun ingin mereka pelajari.
Dekan Fakultas Sastra, Samsuri Ari Wibowo menambahkan kegiatan ini sudah ada sejak tahun 1994, dimana setiap tahun selalu ada mahasiswa asing yang belajar budaya Indonesia melalui Unitomo. 
“Harapan utama ingin mengenalkan mahasiswa mengenai budaya masing-masing,” pungkasnya. 
Sementara itu, mahasiswa asing diajak membuat jamu langsung oleh penjual jamu sekaligus diajari cara menjualnya dengan cara digendong sembari berteriak ‘jamu jamu’. Nantinya hasil dari penjualan jamu ini akan disumbangkan kepada yang membutuhkan.
Jamu dinilai layak dijual ke masyarakat asing selain karena obat tradisional khas Indonesia juga memiliki keunikan sendiri baik dari aroma, warna dan cara menjual dengan digendong berkeliling. Adapun ke 10 mahasiswa asing ini yakni Jonathan, Nathan, David, Shane, Jeremy, Catherine, Catie, Daylan, Victoria dan Jenna.
Proses pembuatan jamu mereka ikuti dengan sabar dan mendengarkan arahan secara langsung dari penjual jamu asli sekaligus mereka mencicipi berbagai jenis jamu, jamu temulawak, sinom, kunyit asam dan beras kencur. Mereka diajarkan bagaimana rumitnya membuat jamu dari awal hingga jadi.
[Charolin Pebrianti]
Lihat juga...