Tingkatkan Sanitasi Karya Bakti TW 1 Anggota Koramil Bangun WC Bagi Warga

RABU, 15 JUNI 2016

LAMPUNG — Personil Komando Distrik Milter yang tersebar di sejumlah Komando Rayon Militer (Koramil) terlibat langsung dalam proses pembuatan jamban atau Water Closet (WC) di sejumlah desa yang masih menggunakan sungai dan belum memiliki WC untuk aktifitas Buang Air Besar (BAB). 
Proses pembuatan jamban tersebut merupakan bantuan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bekerjasama dengan Kodim 0421/Lampung Selatan yang melakukan karya bakti triwulan I di sejumlah desa di wilayah teritorial Kodim 0421/LS dengan sasaran karya bakti untuk sarana sanitasi warga. Pada karya bakti TNI sebelumnya dilakukan pembangunan infrastruktur desa berupa jalan di sejumlah desa yang telah sukses dilakukan oleh masing masing Koramil.
Karya bakti TNI triwulan I 2016 di setiap Koramil tersebut menurut bintara pembina desa (babinsa) Koramil 3/Penengahan, Koptu Sudarwanto, sudah didistribusikan ke sejumlah Kepala Keluarga (KK) sasaran yang telah dilakukan survei sebelumnya oleh perangkat desa setempat. Selain melakukan proses pendistribusian kepada kepala keluarga yang berhak, anggota koramil juga terlibat dalam proses pembuatan closet tersebut dari awal proses pembuatan hingga selesai.
Khusus untuk wilayah Koramil 3/Penengahan, closet didistribusikan ke desa sasaran Karya Bakti I 2016 diantaranya Desa Banjarmasin sebanyak 2 KK, Desa Kelaten sebanyak 4 KK, Desa Tanjung Heran sebanyak 2 Kk, Desa Hatta sebanyak 2 KK, Desa Totoharjo 2 KK.
“Total yang dibagikan kepada setiap kepala keluarga di wilayah Kodim Lampung Selatan berdasarkan data sebanyak 150 closet dengan sasaran keluarga yang belum sama sekali memiliki closet,”ungkap Koptu Sudarwanto mendampingi Danramil 3/Penengahan Kapten Sukandi saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (15/6/2016).
Pemberian bantuan closet merupakan upaya pemerintah Lampung Selatan bekerjasama dengan Kodim 421/LS untuk menciptakan masyarakat yang bersih dan sehat diantaranya dalam persoalan MCK atau penyediaan sarana buang air besar. Selain untuk proses sanitasi yang baik, program pemberian bantuan closet merupakan langkah untuk mengurangi aktifitas masyarakat yang melakukan aktifitas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di sungai. Beberapa closet yang dibagikan ke warga menurut Sudarwanto masih berada di kantor Koramil karena belum diambil oleh penerima.
Salah satu warga penerima bantuan closet di Desa Klaten, Amri (34) mengaku senang sebab selama ini ia dan keluarganya melakukan BAB di jamban yang masih terbuat dari tanah dan terkadang di sungai. Bantuan jamban tersebut akan dibangun di belakang rumahnya sehingga kebersihan lingkungan akan lebih terjaga.
“Saya senang karena selama ini memang tidak punya cukup uang untuk membangun kamar mandi serta WC, bantuan ini sangat membantu kami dan secepatnya akan kami gunakan,”ungkap Amri.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Erlan Murdiantono, telah melakukan kerjasama dengan non government organisation (NGO) dari negara Belanda yakni Stiching Nedherlandse Vrijwiligers (SNV) yang bertujuan untuk peningkatan sanitasi masyarakat dengan mengurangi aktifitas BABS serta program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program sanitasi berbasis masyarakat tersebut dilakukan di Lampung Selatan dengan melibatkan berbagai pihak dengan dua kecamatan menjadi kecamatan percontohan dalam penerapan sanitasi total berbasis masyarakat.
“Selama ini aktifitas BABS mengakibatkan persoalan kesehatan di masyarakat karena aktifitas tersebut mencemari air tanah dengan mengakibatkan bakteri E coli yang terkandung dalam tinja manusia, karenanya bantuan coset dari pemerintah merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran air tanah akibat aktifitas BABS yang buruk, “ungkap Erlan.
Kerjasama dengan pihak lain diantaranya NGO dari Belanda untuk proses peningkatan sanitasi tersebut juga melibatkan personil Kodim 0421/LS dengan program karya bakti triwulan I. Pembangunan berkelanjutan sejak tahun 2016 diharapkan oleh Erlan akan menjadikan Lampung Selatan menjadi wilayah yang memiliki sanitasi baik di tahun 2019 yang harus didukung oleh semua lapisan masyarakat serta pihak terkait.
[Henk Widi]
Lihat juga...