Foto :
RABU, 8 JUNI 2016
SUMENEP — Meskipun kehidupan nenek Astami (90) warga Dusun Aengnyeor, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sudah sangat memprihatinkan dan tinggal di kandang sapi rupanya belum mengetuk hati pemerintah untuk memberikan bantuan. Pasalnya sejak dulu nenek yang tinggal sebatangkara tersebut tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat.
![]() |
|
Suasana tempat tinggal Astami (90),
salah seorang warga miskin yang tinggal
di kandang sapi.
|
Ketika melihat kondisi hidup nenek miskin yang tinggal bersama ternak peliharaannya di kandang sapi semestinya menjadi perhatian pihak-pihak terkait, agar beban hidup yang ia alami semakin berkurang. Bahkan ia juga pernah menjadi penerima bantuan beras bagi warga miskin, tetapi setelah satu kali menerimanya ia langsung dicabut.
“Selama belasan tahun nenek ini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, bahkan pernah menjadi penerima bantuan beras warga miskin, tetapi kemudian itu di cabut oleh pemerintah desa,” kata Darsono, salah satu kerabat Astami (90), Rabu (8/6/2016).
Disebutkan, bahwa dicabutnya nenek miskin menjadi penerima bantuan beras bagi warga miskin tersebut karena dalam kartu keluarga tercatat tinggal bersama saudaranya, padahal meski diajak tinggal di rumah saudaranya nenek tersebut tidak mau. Sehingga tetap memilih tinggal di kandang sapi yang berdiri diatas tanahnya sendiri yang juga tidak jauh dari rumah saudaranya tersebut.
“Jadi bantuan beras miskin untuk nenek Astami dicabut, dengan alasan waktu itu berkumpul dengan ibu mertua saya. Tetapi anehnya sampai sekarang masih belum mendapat bantuan beras miskin lagi,” jelasnya.
Dengan keberadaan warga miskin yang sungguh memprihatinkan, seharusnya pemerintah turun tangan bagaimana mencarikan solusi agar mereka bisa hidup yang layak seperti masyarakat pada umumnya. Sehingga kedepan dalam menjalani masa hidupnya tidak lagi menempati tempat yang kotor. (M. Fahrul)