Tetap Sehat Dengan Selektif Memilih Jajanan Buka Puasa

SABTU, 11 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Beragam jenis makanan atau kudapan begitu banyak ditemui di Bulan Ramadhan ini. Aneka camilan, roti dan sebagainya hadir dengan kreatifitas tata boga yang menarik. Mulai dari bentuknya yang lucu atau unik, juga warnanya yang sungguh memikat dan menggugah selera. Namun, jangan terlena. Beragam makanan dengan warna mencolok bisa saja mengandung bahan berbahaya.


Meski tak berarti curiga, sikap kehati-hatian dalam memilih makanan atau jajanan pasar yang marak dijual di banyak pasar tiban di saat Bulan Ramadhan perlu dilakukan. Memilih makanan dengan hati-hati adalah sikap bijak. Bahkan, Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta, Martalena Purba, ditemui Sabtu (11/6/2016) di ruang kerjanya  mengatakan, jika masyarakat perlu mewaspadai makanan takjil yang marak dijual di berbagai tempat. 
Dikatakan Martalena, masyarakat perlu mengamati dulu makanan takjil yang sekiranya mencurigakan. Misalnya, makanan yang warnanya terlalu mencolok atau sangat kontras, sehingga bisa jadi dibuat dengan pewarna tekstil. Menurutnya, pewarna tekstil ini jika terkonsumsi dalam waktu lama bisa menyebabkan kanker hati dan kerusakan ginjal.
Selain itu, perlu pula mewaspadai makanan yang ternyata sudah ada perubahan rasa atau aroma. Hal ini, menurutnya, bisa saja merupakan makanan yang sudah kedaluwarsa dan diolah kembali. Biasanya, kata Martalena, makanan yang mungkin diolah kembali itu adalah makanan dari olahan daging atau ikan. “Makanan basi jika diolah kembali akan berpotensi mengandung bakteri ecoli dan salmonella”, ungkapnya.
Lebih jauh, Martalena mengatakan, sikap waspada atau selektif itu juga perlu diterapkan ketika belanja daging atau ikan mentah. Ia menyarankan, agar jangan memilih ikan dengan teksture yang licin namun sangat lunak. Begitu pula dengan daging yang sudah berubah warna menjadi biru kehitaman. Karena, daging segar itu biasanya berwarna merah”. ungkapnya.
Dengan tetap waspada dan hati-hati dalam memilih makanan atau belanja bahan makanan, Martalena mengatakan, resiko terkena bakteri dan penyakit bisa dihindari atau setidaknya diminimalisir. Dengan demikian, puasa pun menjadi tetap sehat dengan makanan beragam yang terbebas dari bahan berbahaya. (koko)
Lihat juga...