SABTU, 11 JUNI 2016
SUMENEP — Keberadaan warga miskin bernama Astami (90) warga Dusun Aengnyeor, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan, salah satunya dari wakil rakyat daerah setempat.

Wakil Ketua Komisi IV, DPRD Kabupaten Sumenep, Abrari Alzael menyebutkan, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk memperhatikan masyarakat yang hidup dibawa garis kemiskinan, seperti yang di alami Astami.
“Jadi kami rasa bupati berkewajiban untuk berkomunikasi dengan jajaranya, untuk segera membantu dan mendapatkan program bantuan dari pemerintah,” kata Abrari Alzael, Sabtu (11/6/2016).
Disebutkan, pihaknya selaku wakil rakyat mendesak kepada bupati untuk secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial mengenai adanya warga yang hidup dibawa garis kemiskinan tetapi tidak pernah mendapat bantuan.
“Sungguh sangat ironi sekali, dimana bupatinya hidup mewah sedangkan rakyatnya hidup dibawa garis kemiskinan. Jadi pihak berwenang Dinsos harus melakukan verifikasi kebawah,” paparnya.
Pihaknya meminta dinas terkait untuk kembali melakukan kroscek terhadap data masyarakat miskin, sebab kemungkinan besar masih banyak warga lain yang hidup dibawah garis kemiskinan tetapi tidak diketahui oleh pemerintah, sehingga tidak pernah mendapatkan bantuan apapun.
“Kalau membantu warga msikin itu memang kewajiban pemerintah, itupun tanpa harus diminta,” pungkasnya.
[M. Fahrul]