JUMAT, 3 JUNI 2016
SURABAYA — Menampilkan hasil kreasi mahasiswa, Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar pameran desain interior bertempat di Selasar Gedung P lantai 1, 2 dan 3, Jumat (3/6/2016).

Dimana pada lantai 1 terdapat 130 karya furniture rumah tangga yang terbuat dari rotan dan kayu. Pada lantai 2 terdapat 67 karya 3 dimensi dengan tema dari beberapa film Civil War, Cinderella, Spectre, Starwars, The Jungle Book dan seterusnya, sekaligus terdapat 68 karya 2 dimensi dari batik modifikasi selain itu juga terdapat hiasan pemanis ruangan sebanyak 24 karya. Dan pada lantai 3 terdapat Chinesse Interior.
Dosen penanggung jawab, Grace Setiati Kattu menjelaskan, adanya pameran ini guna mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang desain interior. Ini penting mengingat dua pokok yang harus dipegang mahasiswa yakni elemen desain dan prinsip desain.
“Setiap karya merupakan hasil karya masing-masing tim, sehingga dibutuhkan kekompakan dan imajinasi tinggi dalam menciptakan hasil karya,” jelasnya kepada Cendana News.
Setiap hasil karya diharapkan bisa memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mulai dari ide dasar, pengolahan komposisi patra dan pentingnya kerapian dalam membuat karya.
Mahasiswa Desain Interior UK Petra, Cindy Tanara yang menghasilkan karya batik modifikasi Batik Djawa Hokokai ini mengaku kesulitan saat melukis secara detail. Selain itu, keteletian dan kejelian perlu guna menghasilkan karya yang luar biasa. Cindy mendapatkan nilai tertinggi dalam karya batik modifikasi.
“Proses pembuatan batik sekitar 2 minggu, yang paling sulit saat mengisi titik-titik pada bagian-bagian tertentu apalagi dengan cara manual butuh kesabaran lebih,” cakap mahasiswa semester 2 ini.
Karya yang menarik lainnya dari Livia dan Giovany yang membuat karya 3 dimensi berupa ruang abstrak dengan memperhatikan karakter material yang luar biasa bagus terbuat dari bubur tissu dan menampilkan salah satu adegan dalam film The Jungle Book dimana karya mereka memiliki cahaya, suara dan gerak.
“Proses pembuatan hanya 1 minggu, bagian tersulit saat mendesain awal. Karena harus bisa membuat ukuran nyata berapa dan saat mendesain berapa. Sekaligus bentuknya harus menarik,” pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]