Status Tidak Berubah Jadi Rumah Sakit Mata, BKMM Terancam Jadi Klinik Mata

KAMIS, 16 JUNI 2016

MATARAM — Kepala Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bagio Ariyogo Murdjani mengatakan keberadaan BKMM terancam turun statusnya menjadi klinik mata, kalau tidak segera berubah menjadi rumah sakit mata.
“Keberadaan BKMM terancam diturunkan statusnya menjadi klinik mata, kalau rumah sakit mata tidak segera dibangun pemda NTB” kata Bagio di Mataram, Kamis (16/6/2016).
Pembangunan rumah sakit mata NTB sendiri sampai sekarang belum mampu terealisasi, karena masih menunggu persetujuan anggaran pembangunan dari DPRD NTB yang sampai sekarang masih tersandera dan belum bisa terealisasi.
Kewajiban membangun rumah sakit mata sendiri didasarkan peraturan di Kementerian Kesehatan, bahwa keberadaan BKMM sudah tidak boleh ada lagi dan harus dibangun rumah sakit mata yang bisa menampung dan mengobati banyak pasien serta dilengkapi peralatan memadai.
“Akan sangat berbahaya kalau status BKMM diturunkan statusnya menjadi klinik mata, dengan jumlah masyarakat penderita gangguan mata di NTB yang setiap tahun terus mengalami peningkatan” ungkapnya.
Ia menambahkan dengan status sekarang sebagai BKMM saja sudah kewalahan menangani pasien, apalagi kalau diturunkan statusnya jadi klinik mata, kan kasihan masyarakat, karena itu ia berharap supaya dewan segera menyetujui pengajuan anggran oleh Dikes NTB, supaya pembangunan rumah sakit mata bisa segera terealisasi.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah dengan angka masyarakat mengalami gangguan mata cukup tinggi di Indonesia. Setiap tahun jumlah masyarakat NTB terutama usia 50 tahun ke atas yang mengalami gangguan pengelihatan mata mencapai 25 ribu orang.
Sementara pasien yang mampu tertangani di Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Dinas Kesehatan Provinsi NTB hanya mencapai enam sampai delapan ribu dari jumlah 25 ribu setiap tahunnya.
“Akibatnya puluhan ribu masyarakat NTB terancam mengalami kebutaan, terutama masyarakat yang mengalami gangguan pengelihatan mata karena penyakit katararak” tutupnya.(Turmuzi)
Lihat juga...