Petugas RSUD Dr. Moh. Anwar Perlu Diberi Kursus Kepribadian

SENIN, 27 JUNI 2016

SUMENEP — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang dari tahun ke tahun terus mendapatkan keluhan menuai sorotan dari wakil rakyat daerah setempat. Para petrugas medis tersebut perlu diberi pelajaran tambahan berupa kursus kepribadian agar dalam melayani masyarakat yang ingin berobat bisa lebih baik dan santun.
“Menurut saya petugas medis di rumah sakit itu perlu mendapat pelajaran tambahan yang kita sebut dengan kursus kepribadian, seperti bagaimana caranya melayani masyarakat, baik dari cara berbahasa yang bisa memberikan kepuasan terhadap masyarakat yang datang ke rumah sakit,” kata Abrari Alzael, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Senin (27/6/2016).
Disebutkan, wakil rakyat sering menerima laporan pasien yang hendak melakukan rawat inap tidak dilayani dengan baik, bahkan beberapa waktu lalu juga ada salah seorang pasien yang diminta pulang setelah dilakukan diagnosa tanpa menggunakan alat. Padahal pemeriksaan itu mestinya harus lengkap sebelum mengeluarkan kesimpulan dari hasil diagnosa tersebut.
“Maka apa jadinya masyarakat yang ingin berobat tetapi begitu sampai di rumah sakit akan semakin sakit dengan adanya pelayan yang kurang baik. Oleh karena itu pegawai harus benar melayani masyarakat, jadi jangan hanya seenaknya sendiri,” jelasnya.
Padahal beberapa waktu lalu bupati juga sudah sempat “ngantor” langsung di rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik, namun ternyata hasilnya masih maksimal. Sebab ketika bupati pulang dari rumah sakit pelayanan yang ada seperti kembali seperti sebelumnya, lagi-lagi masyarakat banyak mengeluh dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas medis.
Sebelumnya ada salah seorang pasien bernama ER (55) yang diduga mendapatkan diagnosa asal-asalan saat ingin melakukan rawat inap di di rumah sakit umum daerah ini. Setelah tiba ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pasien itu diperiksa dengan menggunakan tangan dan alat pengukur panas terhadap tubuh (Termometer), kemudian pasien tersebut divonis tidak ada penyakitnya. 
[M. Fahrul]
Lihat juga...