Pesantren Quran di Aceh Targetkan Santri Hafal Delapan Juz Selama Ramadhan

JUMAT, 17 JUNI 2016

ACEH — Sebanyak 22 anak berusia 7 hingga 9 tahun di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mengikuti program menghafal Al Quran. Program yang digadang untuk menjadi seorang hafiz dan hafizah Al Quran tersebut berlangsung selama bulan suci ramadhan di Pesantren Quran Syaikh Rasyid Al-Mukhlisin.
“Ada 22 santri yang mengikuti progam menjadi hafiz Quran di pesantren kita. Target kita para santri selama bulan ramadhan ini mampu menghafal hingga 8 juz,” ujar Ustaz Jamaluddin, Pimpinan Pesantren, kepada Cendana News, Jumat (17/6/2016).
Jamaluddin mengatakan,selain dari Kota Lhokseumawe, sejumlah santri juga berasal dari Kabupaten Aceh Utara, serta dari Kota Banda Aceh. Selama mengikuti program hafiz Al Quran, para santri tidak diperbolehkan pulang. Seluruh santri wajib tinggal di pemondokan yang ada disediakan di pesantren. Namun, memberikan izin kepada para orang tua yang ingin datang mengunjungi anak-ananya.
Katanya, pogram pembinaan para santri untuk menjadi hafiz tersebut akan berlangsung hingga 27 Ramadhan. 
“Metode menghafalnya sederhana, di awal-awal atau pekan pertama, para santri diberikan Al Quran untuk dilihat dan dibaca, kemudian pekan selanjutnya barulah kemudian para santri tidak lagi boleh melihat Al Quran. Dalam sehari, santri diwajibkan menghafal sebanyak 15 ayat,” katanya.
Kegiatan menghafal kata Jamal, dimulai sejak usai para santri selesai melaksanakan salat subuh. Setelahnya, saat usai salat zuhur, para santri akan menyetor hafalan kepada para ustaz yang ada di pesantren hafiz quran tersebut.
“Tujuan kami, kami ingin mendidik generasi penerus agar mampu menghafal Al Quran, karena saat ini sudah sedikit orang yang mampu menghafal Al Quran, terutama yang hafal sampai 30 juz. Harapan kita kedepan, generasi muda ini bisa menghafal ke 30 juz,”jelas Jamaluddin.
[Zulfikar Husein]
Lihat juga...