Harga Daging Sapi di Sampang Tak Kunjung Turun

JUMAT, 17 JUNI 2016

SAMPANG — Selama hampir dua pekan terakhir harga daging sapi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, rupanya tak kunjung ada penurunan. Sampai sekarang ini harga daging tersebut tetap bertahan di kisaran harga Rp.110.000 hingga Rp.120.000 per Kilogram, sehingga tak jarang para pembeli mengeluh.
Upaya pemerintah pusat untuk menurunkan harga daging sapi di pasaran ternyata belum membuahkan hasil. Akibatnya harga daging tetap saja belum mengalami penurunan secara signifikan. Bahkan himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah juga diabaikan oleh pedagang, karena jika mengikuti itu mereka akan merugi.
“Sampai sekarang harga daging di daerah ini tetap saja tidak turun, padahal ini sudah terjadi sejak memasuki bulan suci Ramadhan. Masyarakat sudah banyak mengeluh dengan tingginya harga daging sapi ini, karena sekarang kebutuhan masyarakat kan bertambah ketimbang sebelum Puasa,” jelas Yuliani (32) salah seorang pembeli daging di pasar tradisional, Kabupaten Sampang, Jumat (17/6/2016).
Disebutkan, bahwa sampai sekarang harga daging di daerah ini masih tetap tinggi, seharusnya itu menjadi perhatian serius dari pemerintah agar harga daging kembali stabil. Sebab jika dibiarkan sampai menjelang lebaran kemungkinan besar harga daging tersebut akan kembali naik, karena saat menjelang hari raya kebutuhan konsumsi daging akan mengalami peningkatan.
“Kalau kami hanya bisa berharap agar harga daging kembali stabil, karena kasihan konsumen jika harga daging terus melambung. Sehingga kebanyakan masyarakat mengurangi kebutuhannya terhadap daging,” jelasnya.
Sementara, Busar Wibisono, Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Sampang mengatakan, harga daging sapi di daerah ini tetap saja bertahan tanpa ada penurunan, apalagi ditambah belum adanya daging impor belum masuk ke daerah ini. Maka kemungkinan untuk turun terlalu rendah rasanya sangat sulit, sehingga diperdikasi harga daging akan tetap berkisar Rp. 100.000 – Rp. 110.000 per Kilogram.
“Karena dengan harga segitu kalau di daerah ini sudah masuk kategori standart. Jadi kemungkinan meskipun harga turun cuma sedikit, tetapi kayaknya sulit untuk turun lagi,” terangnya.
[M. Fahrul]
Lihat juga...