RABU, 1 JUNI 2016
SURABAYA — Komando Armada Timur dalam memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni menggelar upacara yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Koarmatim di Dermaga Ujung Timur Surabaya, Rabu (1/5/2016).
Inspektur Upacaran (Irup), Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ariawan, dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, peringatan hari kelahiran Pancasila ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu pendiri bangsa, dan sekaligus meneguhkan hati terhadap eksistensi Pancasila.
“Dasar Negara yang dirumuskan oleh tokoh Nasional Ir. Soekarno, Muhammad Yamin, dan Mr. Soepomo, ini merupakan awal mula lahirnya Pancasila yang diakui sebagai Dasar Negara setelah Indonesia Merdeka,” sebutnya.
Lanjutnya, kepada seluruh prajurit dan PNS TNI dimanapun bertugas, Panglima TNI menegaskan bahwa, Pancasila bukan hanya untuk dipelajari dan dihafalkan, tetapi Pancasila harus diamalkan dan diterapkan dalam sikap, tutur kata serta perbuatan.
“Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara dalam perjalannya telah mengalami berbagai gangguan, cobaan, dan rintangan. Namun Pancasila tetap kokoh, hadir, melekat, dan menyatu dalam kehidupan Warga Negara Indonesia,” ujarnya.
Sebagai prajurit tentunya dibutuhkan pengertian dan pemahaman lebih terkait ideologis bangsa, jangan sampai paham komunis masuk kedalam bangsa ini dan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Prajurit bertugas untuk mengamankan negara ini dengan segenap jiwa berlandaskan pada Pancasila,” pungkasnya.
Presiden Rebublik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Kepres) beberapa waktu lalu, bahwa Pancasila yang merupakan Ideologi, Dasar Negara, dan juga sebagai falsafah hidup Bangsa Indonesia lahir pada tanggal 1 Juni tahun 1945. Sejak tanggal tersebut, maka ditetapkan sebagai Hari Kelahiran Pancasila yang akan diperingati setiap tahun oleh seluruh Bangsa Indonesia.
[Charolin Pebrianti]