Perahu Pengangkut Sembako di Sumenep Hangus Dilalap Si Jago Merah

KAMIS, 30 JUNI 2016

SUMENEP — Perahu kayu pengangkut sembako menuju kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ludes dilalap si jago merah sekirat pukul 01.30 WIB, pada Kamis (30/6/2016) dini hari, sehingga barang muatan yang ada di atas perahu tersebut hangus tak tersisa. Beruntung dalam peristiwa itu tidak menelan korban jiwa, karena para Anak Buah Kapal (ABK) yang sedang berada diatas perahu melompat menyelamatkan diri menjauh dari kobaran api.

Kobaran api perahu pengangkut sembako yang sedang terbakar.
Kebakaran perahu pengangkut sembako yang berada di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Gersik Putih, Kecamatan Kalianget diketahui setelah adanya ledakan dari angkutan yang dibawanya, dengan kondisi panik tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang sedang melakukan persiapan untuk pemberangkatan menuju kepulauan. Namun nahas sebelum berangkat perahu bernama Dua Bersaudara keburu dipenuhi kobaran api.
“Waktu kebakaran itu terjadi kami sedang berada diatas perahu sedang memperbaiki terpal pembungkus barang angkutan. Tetapi tiba-tiba ada suara ledakan yang membuat kami terlempar ke air laut. Awalnya kami tidak tahu apa yang terjadi diperahu, namun setelah melihat kobaran api langsung kaget dan menyelamatkan diri,” kata Arman (40) salah seorang ABK perahu yang terbakar, Kamis (30/6/2016).
Disebutkan, bahwa dengan adanya suara ledakan membuat warga yang berada di sekitar pelabuhan tersebut sontak mendatangi tempat kejadian perkara, namun mereka tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api, karena peralatan yang tersedia kurang memadai. Setelah tak lama kemudian petugas pemadam kebakaran pun datang, namun sayang dengan keberadaan perahu yang ada ditengah laut membuat mereka kesulitan untuk menjinakkan kobaran api.
“Waktu itu kami bertiga diatas perahu, namun benda yang meledak kami juga tidak tahu, karena kondisi panik, kami langsung menyelamatkan diri. Beruntung semuanya selamat, hanya barang yang kami bawa tidak tersisa,” jelasnya.
Dengan kondisi angin yang sedang kencang membuat kobaran api semakin menjadi, bahkan perahu yang sudah hampir tak tersisa terus terseret angin hingga ke arah barat pelabuhan. Akibatnya sang pemilik perahu terlihat pasrah melihat barang miliknya dilalap api, sementara kerugian yang dialaminya masih belum bisa disimpulkan. (M. Fahrul)
Lihat juga...