KAMIS, 9 JUNI 2016
MATARAM — Pengembangan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan tidak saja berorientasi dari sisi kuantitas, kualitas sektor pariwisata juga mesti harus menjadi prioritas terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan, supaya keberadaan pariwisata NTB bisa terus mendunia.

“Pariwisata saat ini tidak lagi berbicara kuantitas namun juga kualitas, supaya pariwisata kita bisa terus maju dan berkembang, termasuk penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah” kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Kamis (9/6/2016)
Amin menekankan penyelarasan tidak hanya pada program, namun juga pada kebijakan anggaran dan regulasi termasuk meminta semua pihak untuk aktif dalam mempromosikan pariwisata daerah yang ada
Ia mengajak semua pemangku kebijakan khususnya Disbudpar NTB untuk bertindak sebagai pemasar, duta serta diplomat bagi daerah dan wisata
“Yang perlu ditekankan juga, supaya semua program pembangunan sektor pariwisata sebesar – besarnya bisa bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan” ungakpnya
Rapat Kerja Kebudayaan dan Pariwisata 2016 dalam rangka Penyelarasan Program Kegiatan antara Provinsi dengan Kabupaten Kota se-NTB, di Hotel lombok Raya juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan MUI, Telkomsel, GIZ dan BLKI Lombok Timur. Hal ini untuk mendukung pengembangunan pariwisata yang berkualitas dan modern.(Turmuzi)