KAMIS, 30 JUNI 2016
MALANG — Memberikan uang baru saat lebaran kepada sanak keluarga terutama bagi anak-anak kecil sudah menjadi hal yang umum di jumpai di kalangan masyarakat Indonesia. Walaupun nominal uang tidak terlalu besar, namun jika kondisi uang yang di berikan masih dalam keadaan baru maka sang penerima uang akan dengan senang hati menerimanya.

Kebiasaan tersebut rupanya mampu dibaca oleh sebagian warga untuk dijadikan sebuah peluang usaha demi mengais rejeki. Dari pantauan Cendana News, di Malang sendiri penjual jasa penukaran uang baru sudah mulai terlihat sejak satu minggu memasuki bulan Ramadhan. Namun beberapa hari mendekati Hari Raya Idul Fitri, penjual jasa penukaran uang ini terlihat semakin menjamur di beberapa ruas jalan yang ada. Seperti yang terpantau di jalan Kertanegara, jalan Trunojoyo dan yang paling banyak di sekitaran Alun-alun kota Malang.
Agar menarik minat pembeli yang melintas, kebanyak dari mereka memajang berbagai uang pecahan baru di papan display yang terbuat dari kayu dan triplek. Selain itu, mereka juga membungkus uang baru tersebut dengan plastik agar tetap rapi dan tidak terkena debu serta air.
Pecahan uang baru yang mereka tawarkan diantaranya pecahan uang Rp.2 ribu, Rp.5 ribu, Rp.10 ribu, Rp.20 ribu hingga Rp.100 ribu. Sedangkan untuk harganya, rata-rata para penjual jasa penukaran baru ini mengambil keuntungan Rp.10 ribu per plastik uang baru yang mereka jual.
Winda salah satu penjual uang baru mengaku pendapatannya dari usaha tersebut sedikit mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya. Menurutnya selain semakin banyaknya pesaing, adanya mobil kas keliling dari beberapa bank yang menyediakan jasa penukaran uang turut mempengaruhi jumlah pembelinya.
Ia mengatakan, jika pada tahun lalu dirinya seminggu menjelang lebaran mampu menjual 40-50 plastik uang baru, tahun ini ia hanya mampu menjual paling banyak 30 plastik uang baru per hari.
“Sekarang banyak masyarakat yang lebih memilih menukarkan uangnya melalui mobil kas keliling karena gratis tidak dikenai tambahan biaya,”ucapnya.

Namun begitu, Winda tetap berharap mendekati lebaran nanti pembelinya semakin bisa banyak.
“Semoga nanti dua atau tiga hari mendekati lebaran banyak masyarakat yang menukarkan uangnya ke tempat saya,”harapnya.
[Agus Nurchaliq]