SELASA, 28 JUNI 2016
YOGYAKARTA — Tertangkapnya tiga terduga pelaku pembacokan yang menewaskan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan, Anorraga Elang Gading Gazia, pekan kemarin, sempat menimbulkan ketegangan politik di Yogyakarta. Pasalnya, kasus itu sempat dianggap sebagai bentuk konflik antar dua partai berbeda, yakni PPP dan PDIP di Yogyakarta.

Beragam rumor berhembus di masyarakat, menyusul tertangkapnya tiga pelaku pembacokan yang menewaskan simpatisan partai brlambang Ka’bah, Anorraga Elang Gading Gazia. Bahkan, dikabarkan sejumlah massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hendak menggeruduk Kantor Kepolisian Resort Kota Yogyakarta untuk membebaskan tiga tersangka yang diduga merupakan anggota PDIP.
Terkait hal itu, Kepala Kepolisian Resort Kota Yogyakarta, Ajun Komisari Besar Polisi Tommy Wibisono, ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/6/2016), menegaskan, jika semua kabar tersebut tidak benar. Tommy bahkan memastikan, jika kasus pembacokan yang menimpa Anorraga itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah politik apa pun. “Ini murni kasus kriminal”, jelas Tommy.
Guna meredam situasi di masyarakat, pun Tommy sengaja menghadirkan dua tokoh dari masing-masing partai yang selama ini dikabarkan bermusuhan, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah PPP DIY, Bambang Aris, dan Wakil Ketua DPD PDIP DIY, Imam Priyono yang saat ini juga masih menjabat sebagai Wakil Walikota Yogyakarta.
Dalam kesempatan itu, Imam Priyono menepis semua kabar yang selama ini beredar dan sempat membuat resah masyarakat. Dikatakan, bahwa pihaknya tidak akan menggugat kepolisian atau melakukan langkah hukum apa pun terkait penangkapan tiga tersangka pelaku yang dianggap melanggar Hak Asasi Manusia. Imam juga mengatakan, jika di antara elit partai PDIP dan PPP tak ada permusuhan apa pun. Sementara, terkait kebenaran tiga tersangka pelaku pembacokan yang dikabarkan merupakan anggota PDIP, Imam tak bisa memastikan dan menyerahkan hal itu kepada polisi untuk melakukan penyelidikan. ” Yang jelas, pada saat terjadinya pembacokan, tidak ada satu pun dari tersangka pelaku yang menggunakan atribut partai”, tegasnya.
Sementara itu, kubu PPP DIY melalui Wakil Sekretaris DPW PDIP DIY, Bambang Aris, mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke polisi. Hanya saja, katanya, korban mengalami penyerangan ketika pulang dari menghadiri acara buka bersama dengan simpatisan dan laskar PPP di Yogyakarta. “Intinya kita meminta polisi agar mengungkap dan menangkap semua pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan itu”, tegasnya.
Kasus pembacokan Anorraga Elang Gading Gazia menjadi perhatian luas karena sebelumnya kasus serupa juga menimpa salah satu simpatisan PPP. Karenanya, banyak pihak berharap polisi bisa segera menangkap semua pelakunya, agar tidak menimbulkan prasangka yang merugikan semua pihak. Sementara itu, ketiga tersangka pelaku pembacokan terhadap Anorraga yang kini sudah tertangkap, masing-masing berinisial K, AD, dan AG, telah dinyatakan sebagai tersangka.
“Kesimpulan sementara, ketiga tersangka sudah merencanakan aksinya dan menyiapkan senjata tajam. Ketiganya juga merupakan residivis tiga kali dalam kasus kekerasan dan tawuran”, pungkas Tommy. (koko)