Pedagang Kopiah di Lhokseumawe Ramai Pembeli Saat Ramadhan

SENIN, 6 JUNI 2016

LHOKSEUMAWE — Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Salah satu keberkahan juga menghampiri para pedagang, saah satunya adalah pedagang peci atau kopiah. Saat bulan puasa, pedagang ini memperoleh keuntungan yang lebih dari hari biasanya.

“Lumayan, pembeli cukup banyak pada bulan puasa, satu minggu sebelum puasa sudah ada yang beli, bulan puasa memang selalu ramai orang beli peci,” ujar Muhammad Jafar, salah seorang penjual kopiah di Lhokseumawe, Aceh, kepada Cendana News, Senin (6/6/2016).
Muhammad Jafar mendagangkan kopiah dengan berbagai macam model. Katanya, beranekaragam jenis kopiah tersebut didatangkan dari Pulau Jawa. Sementara untuk kopiah bermotif khas Aceh diambil khusus dari daerah penghasil kopiah di Aceh Utara, yaitu di Desa Geudong.
“Dari Aceh yang khas seperti peci hitam bermotif rencong, bermotif pintu aceh dan berbagai macam motif khas Aceh ini kami ambil dari Geudong, dari pembuat peci memang, kalau yang dari (Pulau) Jawa, biasanya umum, yang betuknya bulat dibuat dari kain,” katanya.
Kopiah paling murah kata Jafar adalah kopiah bulat yang terbuat dari kain, kopiah tersebut dijual dengan harga sekitar Rp. 10.000 hingga Rp. 12.000 untuk satu kopiah. Sementara harga termahal dijual Rp. 50.000, yaitu kopiah bermotif khas Aceh.
“Kalau yang biasa yang bulat gitu Rp. 10.000, paling mahal Rp. 40.000 sampai Rp. 50.000 yang peci hitam sama yang hitam juga tapi bermotif rencong sama motif pintu aceh, paling banyak orang beli biasanya yang hitam polos sama yang bermotif,” katanya.
Muhammad Jafar mengaku akan mendagangkan kopiah-kopiah tersebut hingga bulan ramadhan berakhir. Menurutnya, jelang lebaran Idul Fitri nanti akan semakin banyak pembeli sebagai persiapan merayakan hari raya.(Zulfikar Husein)
Lihat juga...