YOGYAKARTA — Sudah semestinya seorang pemimpin sering turun ke bawah dan mengunjungi rakyatnya. Menggali aspirasi, sehingga orang kecil serta para santri di pondok pesantren menjadi tersalurkan keinginan dan sumbang sarannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Kehadiran Titiek Soeharto bisa menjadi contoh bagi pejabat lain, agar lebih sering menyambangi rakyatnya.
Demikian diungkapkan Pimpinan II Pondok Pesantren Assalafiyah Dusun Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Gus Irwan Masduki, usai menerima kunjungan Anggota DPR/MPRI RI, Titiek Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto di Ponpesnya, Jumat (17/6/2016). Gus Irwan mengatakan, pemimpin seperti Ibu Titiek Soeharto sekiranya bisa menjadi contoh bagi para pemimpin agar lebih memperhatikan rakyatnya. “Tidak hanya menjaring aspirasi, namun juga melakukan langkah konkrit untuk kepentingan rakyat”, cetusnya.
Selama ini, kata Gus Irwan, Ibu Titiek sudah membuktikan perhatiannya kepada para santri. Bahkan, katanya, ada 12 pondokan yang berhasil dibangun berkat peran serta Titiek Soeharto. Selain itu, sejak beberapa tahun terakhir ini Titiek Soeharto juga selalu membagikan sembako bagi masyarakat di sekitar Ponpes, dan memberi santunan bagi para santri yatim piatu setiap Bulan Ramadhan.
Gus Irwan berharap, agar para pemimpin lainnya juga lebih sering memperhatikan kondisi masyarakatnya secara langsung. Bukan untuk memberi bantuan saja, melainkan menyerap aspirasi sehingga keinginan masyarakat bisa tersalurkan.
Sementara itu, Gus Irwan menjelaskan, Ponpes Assalafiyah merupakan pondok pesantren yang menggabungkan pola pengajaran tradisional dan modern. Berdiri sejak tahun 1936, Ponpes Assalfiyah kini dihuni oleh sebanyak 786 santri putra dan putri. “Ponpes ini didirikan oleh Kyai Masduki, yang masih keturunan Mbah Kyai Nur Iman, cikal bakal pesantren di Dusun Mlangi”, pungkasnya. (koko)