SENIN, 6 JUNI 2016
SOLO — Memasuki bulan ramadhan, pusat kerajinan keranjang parcel di Dusun Trangsan, Desa Trangsang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mulai ramai pesanan. Banyaknya pesanan yang datang ini untuk keperluan sejumlah pedagang buah menjelang lebaran nanti.

Salah satu pengrajin keranjang parcel, Jumadi (53), mengatakan, hampir setiap tahun menjelang dan memasuki awal bulan puasa, kerajinanannya selalu ramai dengan pesanan. Ini dikarenakan banyak langgannnya yang sudah mulai memesan keranjang parcel untuk lebaran.
“Semakin dekat lebaran biasanya semakin banyak pesanan yang datang,” ucapnya kepada Cendana News, Senin (6/6/16).
Dikatakan Jumadi, jika dibanding dengan hari biasa, pesanan yang datang naik sekitar 20 persen. Jika rata-rata perharinya mampu menyelesaikan 30-35 buah, kini memasuki ramadhan pria yang sudah menggeletuhi kerajinan keranjang parcel dari rotal selama 20 tahun mampu membuat 50 buah keranjang parcel.
Menurutnya, pelanggan yang telah bertahun-tahun memesan dirinya ada yang perorangan ada pula dalam jumlah banyak (grosir). Harga yang ditawarkan untuk pembeli juga bervariatif, mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 35 ribu per buah.
“Harga tergantung besar kecilnya keranjang. Yang pesan pun juga sudah mulai banyak, baik dari dalam kota sendiri hingga luar kota,” terangnya.
Disebutkan Jumadi, sejumlah kota yang telah menjadi pelanggannya seperti Yogyakarta, Solo, Sragen, Semarang, Jakarta, hingga berbagai Kota di Jawa Timur.
“Biasanya memang jauh-jauh hari sudah banyak yang pesan, karena kalau terlalu dekat lebaran pesanan sudah penuh,” paparnya Warga Dusun Trangsang Rt 02 Rw 06, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Sementara itu, Ngadiyem (60), pengrajin keranjang parcel lainnya juga mengatakan hal senada. Selain jelang lebaran, setiap akhir tahun para pengrajin keranjang parcel juga ramai pesanan.
“Kalau tidak untuk lebaran, yang pesan di sini banyak untuk natal dan tahun baru,” tambahnya.
Karena sudah menjadi langganan, warga yang memang banyak berprofesi pengrajin keranjang parcel dari rotan ini sudah seperti musiman. Namun sayang, para pengrajin keranjang rotan ini terkendala dengan minimnya generasi muda yang mau bekerja sebagai pengrajin keranjang parcel dari rotan.
“Anak mudanya banyak yang memilih kerja di kota, tidak mau kerja seperti ini. Ya bagaimana lagi, semuanya juga pilihan,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]