MINGGU, 26 JUNI 2016
SUMENEP — Berbagai cara unik dilakukan oleh mahasiswa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam menunggu waktunya sahur tiba, salah satunya dengan menggelar acara Kongkow Budaya. Dimana dalam acara tersebut dihadiri dari berbagai sanggar teater yang ada di wilayah Pulau Madura guna untuk memperbincangkan kekayaan seni dan budaya yang ada agar tidak mudah terkikis oleh zaman yang semakin maju.
Kongkow Budaya digelar oleh aktivis yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) bertempat di lapangan Gotong Royong, Sabtu (25/6/2016). Berbagai macam budaya yang ada, seperti pementasan musik etnis kontemporer dan tari kolosal ditampilkan.
Disebutkan, gelaran tersebut juga sebagai bentuk keprihatinan terhadap kesenian dan budaya di daerah ini yang kian terkikis. Sehingga sudah waktunya para pemuda terutama mahasiswa untuk membangkitkan seni dan budaya yang selama ini kurang begitu diperhatikan oleh berbagai pihak.
“Jadi kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa dan pemuda terhadap kekayaan seni dan budaya yang ada, karena selama ini perhatian dari pemerintah terhadap seni dan budaya sangat minim. Hal itu sudah terlihat dengan jelas bahwa tidak adanya penghargaan dari pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya sampai sekarang,” kata Bisri Gie, Ketua Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya), Kabupaten Sumenep, Sabtu (25/6/2016) malam.
Disebutkan, dengan adanya acara Kongkow Budaya menjadi fasilitas kedepan untuk membicarakan soal seni dan budaya secara berkelanjutan. Supaya kekayaan seni dan budaya yang dimiliki daerah ini kembali bangkit dan menunjukkan bahwa kekayan seni dan budaya ternyata tidak mudah terkikis dengan era zaman yang semakin maju.
“Makanya dalam rangkaian kegiatan ini kita mendatangkan langsung orang nomor satu dan dua di daerah ini, agar para pemimpin itu tahu bagaimana sebenarnya bentuk kegelisahan teman-teman seniman. Jadi ini perlu berkelanjutan untuk memperbincangkan seni dan budaya, agar kekayaan itu tetap terpelihara dengan baik,” jelasnya.
Acara tersebut dimulai sekitar pukul 20.50 WIB hingga selesai menjelang sahur, bahkan dari lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) serta seniman yang memang sengaja diundang untuk menjadi pemateri saat memperbincangkan kesenian dan budaya di daerah ini juga turut hadir dan ikut sambil menunggu sahur. selain itu juga turut hadir Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam acara Kongkow Budaya.
[M. Fahrul]