LAMPUNG — Tinjau fasilitas mudik tahun 2016/1437 Hijriyah, alat kelengkapan dewan dari Komisi V DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Rombongan langsung mendapat pemaparan terkait kesiapan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dalam angkutan lebaran tahun ini.
Kunjungan kerja spesifik komisi V DPR RI tersebut langsung dibawah pimpinan Michael Wattimena sebagai ketua tim, serta beberapa anggota komisi V diantaranya Lasarus, Capt. Anton sihombing, Umar Arsal, Bakri, serta didampingi oleh pihak dari Kementerian Perhubungan serta pemerintah Provinsi Lampung serta pihak terkait.
Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, Edy Hermawan, dalam pemaparan di depan anggota komisi V DPR RI mengungkapkan, pihak PT ASDP telah melakukan berbagai persiapan fasilitas untuk angkutan mudik menggunakan angkutan kapal roll, diantaranya kesiapan loket penjualan tiket, ketersediaan kapal, serta koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya dengan kepolisian dari Polda Lampung dan Polda Banten, Badan SAR Nasional,TNI Angkatan Laut serta berbagai pihak.
“Berbagai persiapan untuk arus mudik dan balik liburan telah kita lakukan dengan berbagai fasilitas untuk mengangkut penumpang dari Pulau Jawa dan Sumatera serta sebaliknya dan koordinasi tetap kita lakukan dengan berbagai pihak untuk kelancaran dan kenyamanan arus lebaran,”ungkap General Manager PT ASDP Bakauheni, Eddy Hermawan saat pemaparan di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (23/6/2016).
Persiapan angkutan mudik dan balik lebaran tersebut ungkap Eddy Hermawan telah dilakukan persiapan posko mudik lebaran yang dibangun di Pelabuhan Bakauheni yang dibangun oleh PT ASDP Bakauheni diantaranya posko keamanan berkoordinasi dengan Polda Lampung, posko kesehatan dari dinas kesehatan.
Sementara itu kepala KSOP Kelas I Banten, Nafri mengungkapkan, pihak otoritas pelabuhan Merak mencatat saat ini pihak KSOP telah menyiapkan sebanyak 27 kapal yang akan dioperasikan di lintasan Selat Sunda. Rata rata kapal yang dioperasikan dipastikan merupakan kapal berkapasitas 5000 GT dan sudah dilakukan uji petik sebanyak 60 kapal roll on roll off (Roro).
“Lintasan Selat Sunda merupakan lintasan kelima terpadat dunia sehingga perlu mendapat perhatian terutama dengan adanya sebanyak 700 kapal setiap bulan berdasarkan baik kapal lintasan Komersial maupun kapal lintas negara,” ungkap Nafri.
Selain kesiapan armada kapal roro pihak PT ASDP juga telah melakukan persiapan untuk penanganan kesehatan diantaranya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan Panjang akan menyiapkan posko kesehatan dengan menyiapkan sebanyak 5 dokter dan 5 ambulan.
Selain itu terkait keselamatan di laut selama arus lebaran juga disiapkan juga kapal patroli diantaranya total 11 kapal patroli yang akan melakukan pengawasan dari kepolisian air, KPLP, TNI Angkatan Laut serta beberapa pihak lain.
Selain dilayani oleh pelabuhan PT ASDP, angkutan mudik dan balik tahun 2016 akan ditambah dengan fasilitas Tol Laut yang mulai beroperasi pada (22/6) malam untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di Pulau Sumatera dan Pulau saat arus mudik. Tol laut berupa armada kapal tersebut dioperasikan dari Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Priok di Pulau Jawa.
Kesiapan tol laut tersebut didukung armada kapal penumpang yakni dengan disiapkan tiga unit kapal dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute pelayaran dari Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal roro yang digagas sebagai tol laut Pulau Sumatera dan Pulau Jawa tersebut memakan waktu tempuh selama 9 jam dengan kapasitas lebih dari 900 kendaraan campuran dan penumpang pejalan kaki. Kapal roro yang disebut tol laut tersebut diantaranya KM Mutiara Santosa II, KM Mutiara Santosa III serta KM Mutiara Timur dengan tarif Rp35ribu hingga Rp50ribu.
Selain mendengar pemaparan dari pihak pihak terkait pantauan Cendana News rombongan komisi V DPR RI juga langsung meninjau beberapa fasilitas penunjang pelabuhan Bakauheni diantaranya area pembelian tiket pejalan kaki,beberapa fasilitas toilet, gangway pelabuhan serta fasilitas penunjang untuk kesiapan arus mudik.
Michael Wattimena selaku ketua tim tinjauan spesifik komisi V DPR RI berharap seluruh pihak bisa menyiapkan fasilitas baik dari segi pelayanan maupun keselamatan pemudik di darat maupun di laut dengan menyiapkan sarana kesehatan dan juga pos pelayanan. Usai meninjau Pelabuhan penyeberangan Bakauheni rombongan komisi V dijadwalkan mengunjungi pelabuhan Panjang Lampung dan akan mengunjungi Pelabuhan Merak Banten.