RABU, 29 JUNI 2016
LAMPUNG — Empat mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan berjibaku memadamkan dua toko di pasar tradisional Pasuruan Kecamatan Penengahan. Kebakaran yang diduga bermula dari korsleting listrik tersebut dengan cepat menyambar toko kelontong milik Rojali (58) yang berjualan soto ayam. Selain itu setelah menghanguskan warung soto milik Rojali api cepat menjalar ke toko kelontong milik, M.Klimin (40) yang berisi barang barang dagangan mudah terbakar.

Kejadian kebakaran yang menghanguskan dua toko tersebut menurut salah satu warga, Sukirno, yang tokonya berada di sebelah dua toko di pasar tradisional Pasuruan tersebut berupaya dipadamkan oleh masyarakat sekitar dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan alat lain namun api semakin membesar.
“Kejadiannya tengah malam jadi sudah banyak masyarakat yang tidur. Namun, dengan cepat ada yang mengambil air dan menelpon pemadam kebakaran meski air semakin membesar dan warga pemilik toko di sekitar dua toko terbakar ikut membantu memadamkan” ungkap Sukirno saat dikonfirmasi Cendananews Rabu dini hari (29/6/2016).

Sementara itu pemilik toko kelontong yang terbakar, M. Klimin mengaku sempat berusaha menyelamatkan barang yang ada di toko namun karena api semakin membesar akhirnya ia segera keluar dari toko yang terbakar tersebut. Klimin mengaku isi dua toko miliknya yang menjadi satu tersebut berisi barang dagangan persiapan untuk dijual menjelang hari raya. Sebagain besar barang bahkan merupakan barang mudah terbakar diantaranya kardus-kardus berisi barang dagangan.
Ia memperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut dirinya mengalami kerugian mencapai sekitar 500 juta rupiah sebab ia sudah melakukan persiapan menjual barang dalam jumlah besar. Ia bahkan mengaku tak sempat menyelamatkan satu pun barang akibat api sudah membesar dan sulit dipadamkan.

“Mobil pemadam kebakaran datang hampir sekitar setengah jam setelah kejadian tapi masyarakat sudah berupaya ikut memadamkan api yang menghanguskan dua toko tersebut”ungkapnya.
Sementara pemilik toko soto ayam dan bakso, Rojali, akibat kejadian tersebut mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah. Selain kedua pemilik toko tersebut beberapa pedagang justru mengalami kehilangan barang akibat dikeluarkan keluar toko, saat sudah akan dimasukan ke toko sesudah kebakaran sebagian besar barang sudah hilang.
Pemilik toko di sebelah dua toko terbakar, Zul, mengaku sebagian besar toko dan warung yang berada di pasar tradisional Desa Pasuruan tidak ditunggu pemilik karena sebagian besar pemilik tinggal jauh dari toko. Zul bahkan mengaku sempat mengeluarkan barang barang miliknya yang juga toko kebutuhan masyarakat karena kuatir tokonya ikut terbakar.
Hingga pagi ini penyebab kebakaran belum bisa dipastikan apakah bersumber dari arus pendek listrik atau kompor menyala yang ditinggalkan di warung soto ayam dan bakso. Polisi langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian sementara pemilik toko membereskan sebagian toko beratapkan asbes yang hangus terbakar.(Henk Widi)