SELASA, 28 JUNI 2016
ACEH — Jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok dan sayuran di Lhokseumawe Provinsi Aceh merangkan naik. Kenaikan terjadi pada sayuran jenis cabai merah, tomat, dan bawang merah.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Lhokseumawe, Hamidah mengatakan, kenaikan terjadi sejak beberapa hari lalu. Menurutnya, kenaikan sudah biasa terjadi akibat menjelang hari raya idul fitri.
“Harga cabai memang naik sudah dari beberapa hari lalu, bawang juga sama tomat. Sudah biasa begini, setiap mau hari raya, harga-harga pasti naik,” ujar Hamidah, kepada Cendana News, Selasa (28/6/2016).
Ia menambahkan, selain karena jelang lebaran, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh ketersediaan hasil produksi komoditi tersebut. Selama beberapa pekan terakhir, pasokan kebutuhan barang dari agen juga berkurang.
Selama ini, pedaganag di pasar tersebut menjual cabai dengan harga yang berbeda. Untuk cabai yang didatangkan dari lokal seperti dari Kabupaten Bireuen dijual dengan harga yang lebih murah dari harga cabai yang didatangkan dari Medan, Sumatera Utara.
“Kalau cabai kampung yang dari Bireuen, itu harganya Rp.46.000, kalau yang dari Medan, mahal lagi sampai RP.40.000, itu bisa saja besok atau lusa semakin dekat lebaran, semakin naik harganya, apalagi nanti waktu dekat Makmeugang (tradisi makan daging di Aceh, red),” katanya.
Pantauan Cendana News, selain harga cabai, kenaikan juga terjadi pada komoditi bawang dan tomat. Harga tomat yang sebelumnya dijual Rp. 5.000 hingga Rp. 6.000 perkilogram, menjadi Rp. 7. 000 satu kilogramnya.
Sementara harga bawang dari sebelumnya dijual seharga Rp.18.000 merangkak naik menjadi Rp.22.000 per kilogramnya. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok itu diprediksi akan terus melonjak hingga lebaran mendatang.
“Mungkin baru turun nanti siap lebaran,” jelas Hamidah.
[Zulfikar Husein]